PDG. PARIAMAN, METRO –Nasib tragis dialami pasangan suami istri (pasutri) yang sudah berusia lanjut di di Korong Lapau Jambu, Nagari Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman. Pasalnya, pada Jumat (8/3) sekitar pukul 05.30 WIB, pasutri itu tewas tertimbun longsor saat berada di dalam rumahnya.
Kapolsek VII Koto Sungai Sariak Iptu Ardi Nefri mengatakan, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada saat hujan deras melanda wilayah Padangpariaman. Menurutnya, rumah korban berada di tepi bukit sehingga saat tebing longsor, langsung menimbun rumah korban.
“Kedua lansia itu adalah Samsuar (70) dan Ermawati (67). Longsor menghantam rumah yang mereka tempat, sedangkan kedua korban saat itu tengah berada di dalam rumah. Keduanya tidak sempat menyelamtkan diri sehingga tertimbun tanah longsor,” kata Iptu Ardi.
Ia mengungkapkan, meski proses evakuasi kedua korban sempat terhambat karena kurangnya fasilitas alat berat. Sehingga, evakuasi dilakukan dengan perlengkapan seadanya di tengah menunggu alat berat untuk membantu.
“Kurangnya jumlah alat berat yang tersedia mengakibatkan proses penggalian dan pencarian korban sangat memakan waktu. Sehingga pencarian dilakukan dengan perlengkapan yang ada sambil menunggu kedatangan bantuan alat berat,” jelasnya.
Iptu Ardi menuturkan, pihaknya berhasil mengevakuasi kedua korban bersama TNI dan sejumlah relawan lainnya sekira pukul 11.50 WIB. Namun, kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. “Dalam kurun waktu beberapa jam, jasad kedua korban berhasil ditemukan lalu dievakuasi ke rumah sakit,” terangnya.
Banjir dan Longsor Landa 15 Kecamatan
Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya mengatakan, banjir dan longsor tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Dampak banjir terparah di Kabupaten Padang Pariaman berada di Kecamatan Ulakan Tapakis. Banjir di sana disebut mencapai setinggi dada orang dewasa.
”Banjir tersebar di 15 Kecamatan di Padangpariaman. Sementara kecamatan yang paling parah itu terjadi di Kecamatan Ulakan Tapakis. Banjir merata ke seluruh korong. Ketinggiannya setinggi dada orang dewasa,” kata Budi, Jumat (8/3).
Selain rumah yang terendam banjir, Budi menyebut banjir juga menyeret beberapa rumah warga yang terbawa arus banjir. Sementara tiga warga juga menjadi korban longsor di Padang Pariaman. Dua dari mereka ditemukan dalam keadaan tewas.
”Laporan rumah hanyut terbawa banjir juga kami terima. Tapi totalnya kami belum bisa merincikan berapa jumlahnya. Karena tadi masih proses evakuasi masyarakat. Saat ini masyarakat semuanya sudah berhasil di evakuasi,” kata dia.
Budi menuturkan, tiga warga juga menjadi korban tertimbun longsor. Saat ini mereka sudah berhasil dievakuasi. Satu dari mereka selamat. Dan dua lagi ditemukan dalam keaadaan meninggal dunia. Korban itu berada di Kecamatan VII Koto Patamuan.
”Saya meminta masyarakat Padangpariaman untuk waspada, sebab potensi hujan masih akan terjadi. Kenali posisi ancaman di sekitarnya. Baik yang tinggal di perbukitan dan sungai. Sementara saat ini dapur umur di Padangpariaman juga sudah berdiri untuk membantu kebutuhan makanan warga terdampak bencana,” tutupnya. (ozi)






