METRO PADANG

Terbaik Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral, Wawako Tuntut Data yang Valid

×

Terbaik Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral, Wawako Tuntut Data yang Valid

Sebarkan artikel ini
PENGHARGAAN— Wawako Padang Ekos Albar bersama sejumlah kepala daerah lainnya penerima penghargaan EPSS dari BPS Sumbar, Rabu (6/12).

AIA PACAH, METRO–Di penghujung tahun 2023, Pemerintah Kota Padang kemb­ali meraih penghargaan. Kali ini dari BPS Sumatera Barat, yang menobatkan Pemko Padang sebagai yang terbaik dalam Evaluasi Penyelenggaraan Sta­tistik Sektoral (EPSS). Menyusul Pemerintah Kabupaten Agam di urutan kedua, dan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di uru­tan ketiga.

Prestasi Pemko Padang ini diraih berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) hasil EPSS 2023 yaitu 2.05 dengan kategori cukup.

Pada acara penganugerahan yang diselenggarakan di The Balcone Hotel, Tilatang Kamang, Rabu (6/12), hadir mewakili Wali Kota Pa­dang, Wakil Wali Kota Pa­dang Ekos Albar, yang me­nerima langsung peng­har­ga­an Ter­baik 1 dari Kepala BPS Sum­bar, Sugeng Arian­to.

Baca Juga  10 Lokasi Balimau di Padang Diawasi, Polair Terjunkan 71 Personel dan 4 Kapal

Kepala BPS Sumbar, mengatakan, nilai IPS hasil EPSS 2023 di lingkup daerah di Sumbar masih kategori cukup.

“Sebagai apresiasi, ta­hun ini diberikan penghargaan kepada lima daerah terbaik di Sumbar, dan Kota Padang menjadi yang terbaik di tahun 2023 ini,” ungkap Sugeng.

Diharapkannya, EPSS di tahun 2024 nilai IPS pemerintah daerah di Sumbar bisa meningkat menjadi kategori baik dan sangat baik.

Dikonfirmasi di lokasi acara, Ekos mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan evaluasi statistik sektoral, namun lebih lanjut Ekos menegaskan bahwa data statistik ini harus memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah, khususnya dalam hal ini Pemerintah Kota Padang.

“Supply data atau sta­tistik yang dimiliki harus valid. Termasuk data dari BPS. Karena data itu akan sangat berguna dalam penentuan kebijakan Pemko Padang ke depan, dan bisa mempengaruhi kebijakan alokasi anggaran,” terang Ekos.

Baca Juga  TP PKK Kuranji Juara I Lomba Pengolahan Pangan Lokal

Lebih lanjut Ekos juga kembali menegaskan bahwa data yang paling akurat harus bersifat bottom up dan menggunakan metode sensus.

“Tentu tidak mudah mengumpulkan data secara bottom up, apalagi dengan metode sensus, bukan sampling. Tapi demi mendapatkan data yang paling akurat, tentu kita berharap agar hal itu bisa dilakukan. Semakin akurat data yang dikumpulkan, semakin jitu Pemko Padang dalam menyusun kebijakan dan mengalokasikan anggaran,” pungkas Ekos. (brm)