METRO PADANG

Luka Bakar Hingga 40 Persen, Dua Korban Erupsi Marapi Dirujuk ke RSUP M. Djamil

×

Luka Bakar Hingga 40 Persen, Dua Korban Erupsi Marapi Dirujuk ke RSUP M. Djamil

Sebarkan artikel ini
RUANG BEDAH UMUM— Dua korban erupsi Gunung Marapi menjalani perawatan intensif di ruang bedah umum RSUP M. Djamil Padang akibat mengalami luka baker hingga 40 persen.

JATI, METRO–Dua korban erupsi Gunung Marapi yang ditemukan tim eva­kuasi gabungan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang. Kedua korban dirujuk dari Rumah Sakit Achmad Moch­tar (RSAM) Bukittinggi.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Dr M Djamil Padang, dr. Bestari Jaka Budiman mengatakan, dua korban tersebut yakni pe­rempuan berusia 18 tahun dan laki-laki umur 17 tahun. Ke­duanya merupakan War­­ga Kota Padang asal Ku­ranji.

“Untuk kondisi pasien wanita, mengalami luka bakar sebanyak 41 persen dengan kondisi yang stabil dan terus membaik. Sementara pasien laki-laki korban mengalami luka bakar 30 persen,” kata Bestari, Selasa (5/12).

Baca Juga  Lelang Jabatan Tiga Kepala OPD, Sembilan Peserta Terbaik Lulus Seleksi

Bestari Jaka menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan RSUP Dr. M Djamil akan jadi rujukan utama pasien korban terdampak erupsi Gunung Marapi. Bersama dokter terkait telah melakukan rapat koordinasi dan juga sudah menyiapkan tim dokter gabungan dari tiga rumah sakit.

“Rumah Sakit Dr M Dja­mil akan menerima pasien korban erupsi Marapi. Persoalan pembiayaan kemungkinan akan ditanggung negara karena mereka merupakan korban bencana alam,”ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanahdatar, meletus pada Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB.  Warga yang bermukim di sekitar lereng gunung pun di­buat panik berlarian men­dengar suara gemuruh letusan Gunung Marapi.

Baca Juga  Seluruh Seragam dan Perlengkapan Sekolah Dihondoh Banjir, Ratusan Siswa SDN 07 Gurun Laweh Gunakan Pakaian Bebas, Jalani Trauma Healing

Pascaerupsi, disusul lagi turunnya hujan abu, kerikil, pasir berbau bele­rang yang menyelimuti rumah warga di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Status gunung ini ditingkatkan menjadi waspada level II, mengimbau warga untuk meninggalkan aktivitas dan mencari perlindungan.

Akibat kejadian, sebanyak 11 orang pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebak saat erupsi Gunung Marapi.

Kepala Kantor SAR Pa­dang, Abdul Malik mengatakan, jumlah survivor atau korban akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 75 orang, sebagaimana yang tercatat di posko. Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban. (rom)