OLAHRAGA

Bhayangkara FC Ganti Nama demi Gaet Suporter Se-Indonesia

×

Bhayangkara FC Ganti Nama demi Gaet Suporter Se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
SELEBRASI—Para pemain Bhayangkara FC selebrasi usai mencetak gol.

JAKARTA, METRO–Bhayangkara FC memutuskan berganti nama menjadi Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Alasannya karena ingin menggaet suporter dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya klub milik institusi kepolisian ini memang sudah pernah berniat berganti nama. Pada 2020 misalnya ketika mereka ingin mengubah menjadi Bhayangkara Solo FC saat markas tim hendak pindah ke kota di Jawa Te­ngah itu.

Tapi niatan itu batal karena Persis Solo dihidupkan kembali. Bhayangkara yang sudah menggelar se­remoni di Solo pun akhir­nya memilih kembali ke Jakarta.

Selama di Jakarta, Bha­yangkara gagal menggaet suporter dari penduduk lokal. Maklum sudah ada Persija Jakarta yang lebih dulu mengakar kuat di ibu kota.

Berangkat dari situasi itu, Bhayangkara pun me­ngubah namanya. Harapannya bisa menarik simpati luas dari masyarakat Indonesia dengan meninggalkan unsur kedaerahan.

Baca Juga  Kejuaraan Tenis Piala Kapolda Sumbar 2025 Segera Digelar, PELTI Padukan Kompetisi dan Konsolidasi Organisasi

“Kata presisi merupakan representasi dari semangat Polri dalam memajukan sepakbola Indonesia. Harapannya, peran Bha­yangkara Presisi Indonesia akan mampu memberikan kontribusi yang positif,” tulis keterangan resmi klub.

“Penambahan kata ‘Indonesia’ karena ingin mem­perluas basis suporter di seluruh tanah air. Vi­sinya adalah ingin memperluas basis suporter. Bhayangkara Presisi Indonesia tidak lagi berbasis kewilayahan, namun ingin menggaet seluruh pecinta sepak bola tanah air,” lanjut keterangan itu.

Langkah yang diambil Bhayangkara ini bukan yang pertama kali dilakukan. RANS Nusantara su­dah lebih dulu mengubah namanya dengan harapan menggaet suporter.

Baca Juga  Takluk di Semifinal,  Cricket Dulang Medali Perunggu

RANS yang mengakuisisi Cilegon United, kemudian mengubah nama klub menjadi RANS Cilegon, lalu berubah lagi menjadi RANS Nusantara. Penyematan kata ‘Nusantara’ itu misinya demi menggaet suporter se-Indonesia, sebagaimana yang kini juga dicanangkan Bhayangkara.

Padahal menilik seja­rahnya, sepakbola Indonesia sangat kental unsur kedaerahan. Klub-klub tradisional seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, atau Persib Bandung, punya basis pendukung yang kuat karena dianggap sebagai representasi daerah asal masing-masing.

Sementara klub-klub ‘baru’ seperti Bhayangkara, RANS, Dewa United, terus kesulitan menarik simpati warga lokal. Sementara Persikabo 1973 kini perlahan-lahan mulai mendapat dukungan setelah meninggalkan identitas TNI dan merger serta me­nyematkan nama klub lo­kal di sana. (jpg)