BATAM, METRO–Direktorat Jenderal Pengelo¬laan Ruang Laut (Ditjen PRL) Ke¬menterian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Semen Padang, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang “Program Pengelolaan Sampah di Wilayah Laut dan Pesisir Kota Padang Melalui Aplikasi Nabuang Sarok”, Rabu (10/5) malam.
Bertempat di Radisson Golf & Convention Center Batam, Kota Batam, PKS tersebut ditanda¬tanga¬ni oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa dan Direktur Direktorat Jen¬deral (Dirjen) PRL, Victor Gustaaf Manoppo.
Penandatanganan PKS turut disaksikan oleh Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Anshar Ahmad, Direktur Utama SIG selaku induk usaha PT Semen Padang, Donny Arsal, serta jajaran KKP, TNI, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne¬gara dan Reformasi Biro¬krasi.
Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa me¬nga¬takan, PKS ini mencakup penerapan program dan aplikasi Bernama Na¬buang Sarok yang diluncurkan PT Semen Padang pada tahun 2022.
“Aplikasi Nabuang Sarok tidak hanya dapat mem¬bantu pemerintah da¬lam pengolahan berbagai sampah yang ada di darat maupun laut, namun juga membantu mengubah budaya pengelolaan sampah masyarakat selama ini ke arah pemilahan sampah,” kata Asri Mukhtar.
“Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoa¬lan sampah. Sebab, pengelolaan sampah secara terpilah akan membuat jumlah timbunan sampah di tempat penampungan akhir sampah menjadi ber¬ku¬rang,” imbuhnya.
Asri Mukhtar menambahkan, bahwa sampah terpilah yang diterima dari masyarakat melalui Program Nabuang Sarok, nan¬tinya akan dimanfaatkan oleh PT Semen Padang sebagai substitusi batubara yang merupakan bahan bakar utama dalam proses produksi semen.
Sejauh ini, sampah yang diterima dari nelayan pada umumnya merupakan sampah yang ditemukan terapung di laut dan sampah yang terbawa oleh jaring nelayan dalam bentuk sampah plastik, batok kelapa, kertas, sampah ranting kering dan lain sebagainya. Selain sebagai upaya membersihkan laut dan pantai, Nabuang Sarok juga bernilai ekonomis bagi nelayan.
Program Nabuang Sarok menawarkan berbagai hadiah menarik bagi nelayan, mulai dari alat tangkap ikan hingga emas murni. Bahkan, setiap satu kilogram sampah plastik yang terkumpul dan disetorkan ke Nabuang Sarok, dihargai senilai harga ikan yang terendah di wilayah Pa¬dang.
“Hadiah yang disediakan di aplikasi Nabuang Sarok tersebut, secara ti¬dak langsung juga dapat memotivasi para nelayan untuk mengumpulkan sam¬¬pah di laut maupun di pantai. Pemanfaatan program Nabuang Sarok dari Semen Padang ini sudah kita lakukan di 14 lokasi,” imbuh Asri Mukhtar.
Setelah Program Na¬buang Sarok dari PT Semen Padang ini menarik perhatian KKP, khususnya Dirjen PRL, program dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga akan diadopsi untuk mengatasi sampah laut yang sedang marak di perairan seluruh Indonesia.
“Bentuk kerjasama ini, juga akan kami kembangkan di beberapa daerah pesisir lainnya di Indonesia melalui SIG. Seperti Semen Kupang di Nusa Tenggara Ti¬mur, Semen Gresik di Tuban, Jawa Ti¬mur, Semen Tonasa di Ma¬ka¬sar, Sulawesi Selatan, So¬lusi Bangun Indonesia (SBI) di Cilacap, Jawa Tengah dan Aceh. Hal ini dilakukan, karena bentuk kerjasama dengan Semen Pa¬dang ini dapat mengatasi pen¬cemaran lingkungan hi¬dup di seluruh lepas pantai In¬donesia,” kata Dirjen PRL, Victor Gustaaf Manoppo.
Victor menjelaskan, kerjasama dengan PT Semen Padang ini mulai dilakukan untuk tahun 2023 hingga 2026 nanti. Kini, masyarakat atau nelayan pesisir Kota Padang sudah mulai bisa mengambil sam¬¬pah di laut dan di pantai dan mendapatkan nilai tambah dari sampah-sampah yang dikumpulkan ter¬sebut.
“Program Nabuang Sarok Semen Padang ini su¬dah dirasakan manfaatnya dalam mengatasi persoa¬lan sampah, khususnya sampah laut yang menjadi salah satu masalah Indonesia saat ini. Artinya, secara tidak langsung program Nabuang Sarok ini juga mendukung program Bulan Cinta Laut yang me¬rupakan salah satu kebijakan Eko¬nomi Biru yang digagas KKP,” ujarnya. (ren/rel)






