METRO SUMBAR

Kasus Konfirmasi Meningkat, Pemko dan Polres Padangpanjang Ajak Vaksinasi Murid SD

×

Kasus Konfirmasi Meningkat, Pemko dan Polres Padangpanjang Ajak Vaksinasi Murid SD

Sebarkan artikel ini
Tingginya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Padangpanjang, Pemerintah Kota dan Polres mengimbau seluruh kepala sekolah khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD) melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para murid.

PDG.PANJANG, METRO–Tingginya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Padangpanjang, Pemerintah Kota dan Polres mengimbau seluruh kepala sekolah khususnya ting­kat Sekolah Dasar (SD) melakukan vaksinasi Co­vid-19 kepada para murid.

Imbauan tersebut dikatakan saat pembahasan Omicron dan Vaksinasi Covid-19 untuk usia 6-11 tahun di Kota Padangpanjang dan wilayah hukum Polres Padangpanjang, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (18/2).

Sekretaris Daerah Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si mengatakan, vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun di lingkungan SD harus ditingkatkan lagi. Mengingat banyaknya kon­firmasi positif Covid-19 di Padangpanjang.

“Kita lihat ini sudah melebihi 100 orang yang ter­kon­firmasi positif. Namun untuk anak-anak se­kolah, kita tidak ingin mereka terkonfirmasi juga. Untuk mengatasi ini kita me­ngim­bau kepada kepala sekolah dan orang tua agar melaksanakan vaksinasi untuk anak-anaknya,” ujar Sonny.

Baca Juga  Tes Masuk Telkom University dengan Program Saga Saja di Pariaman

Jika anak-anak melakukan vaksinasi, katanya, maka akan terbentuk herd immunity di sekolah tersebut. Sehingga risiko penyebaran Covid-19 tidak akan terjadi nantinya.

“Kami mengimbau kepada orang tua siswa agar mengizinkan anak-anak untuk divaksinasi. Agar anak-anak kita ini tidak belajar online di rumah lagi,” tuturnya.

Begitupun Kapolres, AKBP Novianto Taryono, SH, SIK, M.H menyampaikan, untuk terus menyosia­lisasikan mengenai vaksinasi dan juga terkait Omicron secara masif.

“Kita tidak henti-henti­nya melakukan sosialisasi terkait ini semua. Kita melakukannya agar masyarakat tidak lengah dan terus mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi,” ucap Novianto.

Ia juga memberikan saran agar anak-anak yang divaksinasi dan yang belum ini sedikit dibedakan. Seperti, murid siswa yang belum divaksinasi tidak diperbolehkan istirahat di luar sekolah.

Baca Juga  Petani Lulusan SMP Sukses Berinovasi layaknya Profesor, Lahirkan ”Pacar” dan ”Selamat”

Begitupun untuk tempat duduk di dalam kelas.  Dari data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan, vaksinasi tertinggi untuk SD yaitu SD Fransiskus yang sudah 71,32%. divaksinasi. Baik itu mandiri, maupun di sekolah.

“Kita terus datang ke sekolah-sekolah untuk me­laksanakan vaksinasi ini. Dan sampai hari ini, kita belum ada laporan terkait KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) setelah vaksinasi. Dan juga untuk sis­wa yang akan divaksinasi, kita tidak akan memvaksin mereka, jika tidak didam­pingi orang tuanya,” tutur Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah. M. (rmd)