METRO SUMBAR

Terkendala Soal Jaringan Pemasaran, Pelaku UMKM Kabupaten Agam Minta BUMD jadi Solusi

×

Terkendala Soal Jaringan Pemasaran, Pelaku UMKM Kabupaten Agam Minta BUMD jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
ASPIRASI— Bupati Agam Andri Warman menerima aspirasi pelaku UMKM Agam di sela-sela bazar UMKM pada Milad IKLA di Pekanbaru, Riau.

AGAM, METRO–Dalam mendorong kemajuan usaha, para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Agam masih terkendala soal jaringan pemasaran. Sehingga, rencana pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di daerah itu menjadi angin segar bagi mereka. Seperti yang diutarakan pelaku UMKM asal Jorong Ga­lapuang, Kecamatan Tanjung Raya, Netti Sumarni (50). Selama pandemi Co­vid-19 mendera, dirinya mengaku mengalami kendala soal pemasaran pro­duk olahan rinuak milik­nya.

“Akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung dua tahun ini, membuat kami hanya bisa melayani pemesanan secara online, sementara susah menembus super market di masa pandemi ini,” ujar Netti Sumarni di sela sela Bazar UMKM pada Milad IKLA di Pekanbaru, Sabtu (22/1).

Menurut Netti, pema­saran produk secara online saat ini belum memberikan dampak signifikan terha­dap usahanya. Ia masih percaya pemasaran secara konvensional di gerai-gerai usaha seperti minimarket atau swalayan le­bih efektif mendongkrak jumlah pemasaran. “Kami berharap pemerintah dae­rah dapat mendukung kemajuan usaha kami dengan membantu jaringan pemasaran, karena kami sa­ngat terkendala dengan hal itu saat ini,” ujar Netti.

Baca Juga  GOR Pauh Pariaman Terabaikan, Perlu Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Diungkapkan Netti, sa­at ini ia hanya menggantungkan mata pencahariannya di sektor UMKM olahan rinuak. Ia terpaksa mengalihkan usaha karamba jaring apung ke usaha kuliner, lantaran kondisi Danau Maninjau yang ma­kin tercemar. “Ini juga bentuk peralihan usaha di sa­lingka Danau Maninjau, karena berkaramba tidak memungkinkan lagi, untuk itu kami berharap pemerintah mendukung usaha UMKM kami ini dalam rang­ka meningkatkan pe­rekonomian rakyat,” harap Netti.

Hal senada juga diuta­rakan Pipit (35) asal Lubuk Basung. Sebagai pelaku UMKM yang bergerak di usaha kue kering, ia sangat mendambakan kehadiran mall pemasaran produk UMKM yang dikelola langsung oleh pemerintah di Kabupaten Agam.

Soal rencana pendirian BUMD di Kabupaten Agam, dirinya mengaku telah men­dengar informasi ter­sebut. Bahkan, ia sangat berharap kedepan dengan keberadaan BUMD dapat mendongkrak omzet usaha miliknya. “Tentu nantinya di mall itu banyak produk bisa dipajang, tertata rapi, jaringan pemasarannya yang tersistem, pembeli jadi lebih tertarik. Dan ini juga bisa jadi pusat oleh-oleh bagi yang berkunjung ke Agam,” tutur Pipit.

Baca Juga  Dukungan Menguat, Mahyeldi Diberi Penghormatan Adat di Nagari Selayo Solok

Merespon kendala yang dihadapi pelaku UMKM ter­sebut, Bupati Agam Andri Warman mengungkapkan, saat ini pemerintah daerah tengah merumuskan pembentukan BUMD. Pihaknya menilai, BUMD ter­sebut dapat menjawab per­soalan pemasaran pro­duk UMKM di Kabupaten Agam.

“Dengan BUMD yang akan didirikan ini, kedepan diharapkan dapat membantu mempromosikan se­kaligus memasarkan pro­duk UMKM yang ada di Kabupaten Agam. Karena memang BUMD inilah yang mampu memecahkan persoalan yang di­hadapi pelaku UMKM dewasa ini,” ujar bupati, saat berdiskusi bersama pelaku usaha di bazar UMKM pada Milad IKLA Pekanbaru. (pry)