METRO PADANG

Pengangguran Capai Angka 64.200 Orang di Kota Padang, Didominasi Tamatan SMA yang Tak Ada Keahlian, 2022, Disnakerim Siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang dan Jerman

×

Pengangguran Capai Angka 64.200 Orang di Kota Padang, Didominasi Tamatan SMA yang Tak Ada Keahlian, 2022, Disnakerim Siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang dan Jerman

Sebarkan artikel ini
Dian Fakri Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang

KUINI, METR–Jumlah pengangguran di 2021 mencapai angka 64.200 di Kota Padang. Kepala Dinas Tenga Kerja dan Perindustrian (Disna­kerin) Kota Padang, Dian Fakri menyampaikan da­lam menekan pengang­guran, pihaknya akan mem­berikan pelatihan dan keterampilan yang tentu sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

“Pengangguran terse­but terjadi karena PHK se­seorang dari perusa­haan atau tempat kerja serta perusahaan itu tutup atau bangkrut akibat pan­demi yang melanda negeri ini,” ujar Dian Fakri, Senin (10/1).

Ia menyampaikan, pe­latihan yang disiapkan ter­sebut yakni menjahit, service peralatan elektronik dan lainnya. Tak hanya itu, Disnakerin juga telah jalin kerjasama dengan be­be­rapa bengkel dan usaha lainnya mengatasi jumlah pengangguran di Padang.

Baca Juga  Ojek Online Sepi Orderan, Pendapatan Turun

Pengangguran dido­mi­nan tamatan SMA dan yang tidak memiliki keahlian sa­ma sekali. Jika punya keahlian, jarang ditemukan menganggur. Apalagi mampu memakai alat tek­nologi.

Ia mengatakan, kondisi saat sekarang telah berupa sejak awal pandemi melanda. Ini terbukti banyaknya UMKM yang lahir. Apalagi bidang kuliner. Masyarakat yang tak bekerja tentu di rekrut oleh pemilik usaha. Meskipun jam bekerjanya tak full.

“Kita berharap pandemi corona dapat berakhir dan usaha masyarakat yang muncul dapat ber­kembang pesat. Hal itu agar para pengangguran bisa berkurang dan perekonomian warga bangkit,” ulas mantan Kepala Dishub Kota Padang ini.

Baca Juga  Pelatihan Dewan Pengawas Syariah MUI, Dua Utusan MES Sumbar Raih Nilai Tinggi

Ia menyampaikan, jika kemauan dan keahlian ada, hasil akan dinikmati pengangguran. Jika tidak satupun ada, merugilah seseorang.

Sementara itu, untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri,  Disnakerin telah menyiapkan dan berharap kasus pandemi landai. Sehingga pengiriman tenaga kerja bisa dilakukan kembali.

“Kita targetkan 200 ribu tenaga kerja d kirim ke Jepang dan Jerman. Peruntukkannya sebagai bidan dan perawat,” paparnya.

Ia mengatakan, tenaga kerja yang rencana akan dikirim mereka tentu telah terlatih dan memiliki ilmu yang cukup. “Jika memungkinkan di 2022 ini, kita siap kirimkan tenaga kerja tersebut, karena kerjasama sebelumnya telah dijalin,” pungkas Dian. (ade)