METRO SUMBAR

Pemprov Sumbar Percepat Adaptasi Pola Kerja Sistem Digital

×

Pemprov Sumbar Percepat Adaptasi Pola Kerja Sistem Digital

Sebarkan artikel ini
PIMPIN RAPAT— Gubernur Sumbar, Mahyeldi pimpim Rapat Koordinasi TP2DD kedua se-Sumbar di Padang, Senin (30/8).

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mem­per­cepat upaya beradaptasi dengan perubahan pola kerja dan transaksi ke­uangan di masa pandemi yang mulai bergeser dari konvensional menjadi sis­tem digital. “Adanya pan­demi telah merubah pola aktivitas masyarakat ter­masuk juga pemerintah. Pemprov Sumbar terus beradaptasi dengan segala perubahan itu,” kata Gu­bernur Sumbar, Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi TP2DD kedua se-Sumbar di Padang, Senin (30/8)..

Menurutnya, sekarang pola kerja pemerintah su­dah mulai beralih ke arah digital seperti pelaksanaan pekerjaan yang mulai me­ngu­rangi kertas, komu­nikasi secara virtual. Ter­masuk dari segi transaksi sudah diarahkan ke arah digitalisasi atau non tunai. Ini sejalan dengan program Elektronifikasi Tran­saksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digulirkan pemerintah pusat.

Ia menyebut Pemprov Sumbar mendukung pe­nuh kegiatan tersebut dan ia­pun optimis seluruh Pemda baik Kabupaten ataupun Kota di daerah itu dapat menjadi Pemda digital se­bagai bentuk implementasi dari program ETPD ter­sebut.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Apresiasi KepedulianPerantau Minang Sumsel

Namun demikian ia ya­kin masih ada kendala yang dirasakan oleh pemerintah daerah dalam penerapan ETPD. Kendala itu harus diinventarisasi dan kemu­dian harus segera dicarikan solusi yang efektif baik dengan pembuatan kebi­jakan, regulasi atau de­ngan hal teknis lainnya seperti misalnya IT, kerja sama, dan lain-lain.

Selanjutnya, manfaat dari implementasi ETPD juga tidak akan optimal jika tidak dipergunakan dengan baik. “Para wajib pajak, dan pihak yang membayar re­tri­busi sebisa mungkin ha­rus kita arahkan untuk me­lakukan pembayaran me­lalui pembayaran digital,” ujarnya.

Dalam hal tersebut Pem­da juga memiliki tanggung jawab untuk mengajak ma­syarakat melakukan tran­saksi secara digital serta mengedukasi masyarakat melalui pembayaran pajak atau retribusi secara digital tersebut.

Berbagai hal dapat dila­kukan dalam rangka men­sosialisasikannya baik se­cara langsung ataupun melalui berbagai media fisik dan digtal yang dimiliki oleh Pemda.

Baca Juga  Benahi Sejumlah Pelabuhan, Jadikan Sumbar Pusat Perdagangan Wilayah Regional Bagian Barat

Mahyeldi mengatakan dukungan terhadap imple­mentasi  ETPD karena diya­kini akan sangat ber­man­faat untuk meningkatkan tata kelola transaksi keua­ngan daerah yang akan berdampak pada me­ning­­katnya Pendapatan Asli Daerah secara optimal.

Ia juga berharap du­kungan dari Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasai Daerah (Sat­gas P2DD) yang dibentuk untuk mempercepat imple­mentasi digitalisasi tran­saksi keuangan daerah yang didalamnya juga ada Bank Indonesia (BI).

Ia menilai selama ini BI khususnya Kantor Per­wa­kilan Bank Indonesia Pro­vinsi Sumatera Barat telah banyak membantu peme­rintah daerah dalam upaya untuk mendorong per­tum­buhan perekonomian dari berbagai sisi salah satunya melalui implementasi E­lektro­nifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Se­bagai pendukung Peme­rintah Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat telah pula membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitahsasi Daerah (TP2­DD). (fan)