METRO PADANG

Andre Rosiade Minta Pemerintah Buka Rumah Sakit Darurat di GBK

×

Andre Rosiade Minta Pemerintah Buka Rumah Sakit Darurat di GBK

Sebarkan artikel ini
anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat melakukan kunjungan kerja ke Sumbar.

ADINEGORO, METRO–Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta ikut turun tangan menye­diakan rumah sakit darurat untuk pasien Covid. Karena, BUMN dinilai punya sumber daya yang mumpuni ntuk bergerak.

“Dengan kondisi BOR (bed occupancy rate) yang semakin memprihatinkan, di mana pasien Covid-19 kesu­litan untuk men­dapat­kan layanan pera­watan rumah sakit, saya meminta Menteri BUMN Erick Thohir membuka rumah sakit da­rurat BUMN di GBK (Gelora Bung Karno). Karena, lokasi itu sangat luas dan bisa dimanfaatkan,” kata ang­gota Komisi VI DPR Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (28/6).

Anggota Dewan Pem­bina Partai Gerindra ini  mengusulkan rumah sakit darurat BUMN dibuka di Kompleks GBK. Pengelo­laan rumah sakit ini di­serah­kan ke holding rumah sakit Kementerian BUMN. Tentunya ini sangat mem­bantu dalam penanganan wabah yang seperti belum terkendali ini.

“Lapangan tenis indoor dan Istora (istana olah­raga) GBK bisa dipakai untuk rumah sakit darurat yang dikelola RS BUMN yakni PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC), holding  BUMN, di sektor rumah sakit,” ujar anggota Fraksi Partai Ge­rindra DPR RI ini.

Baca Juga  Gubernur Berharap Bagindo Dahlan Abdoellah Ditetapkan jadi Pahlawan Nasional

Seperti diketahui, BOR di sejumlah RS di Ibu Kota terus meningkat. Sekda DKI Marullah Matali me­nye­but BOR di RS Jakarta sudah di atas 90 persen. “Terkait dengan BOR, un­tuk BOR isolasi kita sudah mencapai 92 persen, tem­pat tidur 10.252 sudah terisi 9388,” ujar Marullah.

Sementara itu, untuk keterisian ruang ICU, dia juga menuturkan menga­lami kenaikan. Saat ini sudah menyentuh angkat 87 persen. Dalam data yang diperlihatkan Ma­rullah, tempat tidur ICU dari 1.255 sudah terisi 1.095. Data ini tercatat per 26 Juni 2021.

Sekjen Gerindra Ah­mad Muzani juga menga­ta­kan hal yang sama. Dia meminta semua Pemprov dan Pemkab/Pemko juga memberlakukan hal yang sama untuk menampung jumlah penderita Covid-19 yang semakin tinggi.

Baca Juga  Sampaikan LKPj Tahun 2021, Wako Padang Berharap Pandemi segera Berlalu, Ekonomi Terus Bergerak

“Bupati, wali kota, dan gubernur bersama dengan pemerintah pusat diminta untuk segera membuka RS darurat dengan meman­faat­kan gedung-gedung milik pemerintah daerah seperti pusat pendidikan dan latihan (diklat), stadion olahraga atau GOR, ter­masuk pus­diklat yang di­miliki oleh se­jum­lah BUMN. Maka koor­dinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN menjadi perlu,” kata Mu­zani.

Katanya, pembukaan RS darurat menjadi penting mengingat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat signi­fi­kan di banyak daerah. Dia juga meminta agar fasilitas yang ada di kompleks GBK digunakan untuk mem­bu­ka RS darurat Covid-19.

Karena saat ini Jakarta merupakan zona merah yang laju peningkatan ka­sus­nya terbesar di Indonesia. “Kami menyarankan agar beberapa fasilitas gedung di kompleks GBK Senayan digunakan untuk RS darurat tersebut. Se­perti di Tennis Indoor dan sa­rana lainnya. Karena RS di area Jabodetabek ma­yoritas telah melebihi kapa­sitas yang menye­bab­­kan antrean panjang pasien,” jelasnya. (rom)