METRO PADANG

Balimau Dilarang, Pemandian Lubukminturun Masih Ramai, Terseret Arus Sungai  Bocah 9 Tahun Diselamatkan Satpol PP

×

Balimau Dilarang, Pemandian Lubukminturun Masih Ramai, Terseret Arus Sungai  Bocah 9 Tahun Diselamatkan Satpol PP

Sebarkan artikel ini
DITOLONG SATPOL PP— Seorang bocah yang sedang mandi-mandi di pemandian Lubukminturun, nyaris terseret arus sampai akhirnya berhasil diselamatkan Tim Khusus Satpol PP Padang yang sudah disiagakan di lokasi pemandian sejak Selasa (17/2) sore.

LUMIN, METROMeski sudah ada la­rangan tidak boleh me­lakukan balimau di sungai-sungai karena cuaca dan kondisi yang belum baik, namun sebagian besar warga masih saja melakukan tradisi balimau. Selasa (17/2) sore, suasana pemandian Lubukminturun, Kecamatan Kototangah yang ramai berubah menjadi kepanikan ketika seorang bocah nyaris terseret arus saat mandi-mandi.

Bocah berusia 9 tahun itu akhirnya diselamatkan secara heroik oleh personel Satpol PP Padang yang sudah standby di lokasi pemandian. Sejumlah personel Tim Sus (Tim Khusus) Satpol PP Padang yang tengah bersiaga tak jauh dari lokasi kejadian merespons dengan kilat. Petugas terjun ke sungai untuk mengejar korban.

Baca Juga  DPD PKS Padang Silaturahmi dengan DPC Demokrat

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, membenarkan aksi penyelamatan yang dilakukan anggota­nya. Ia menjelaskan, pihaknya memang menetapkan status siaga penuh di sejumlah titik pemandian populer selama tradisi Balimau berlangsung.

“Kami sudah memetakan potensi kerawanan. Karena itu, personel PAM (Pengamanan) ditempatkan melekat di lokasi-lokasi pemandian. Tujuannya antisipasi cepat. Insiden hari ini membuktikan betapa pentingnya kesiagaan anggota di lapangan saat volume aktivitas ma­sya­rakat meningkat drastis,” tegas Chandra.

Baca Juga  Ojek Online masih Sepi Penumpang, Penghasilan Berharap Sistem Bonus

Chandra menambahkan, kehadiran petugas di lapangan merupakan wujud kehadiran negara da­lam memberikan rasa aman. Namun, ia juga me­ngingatkan para orang tua untuk tidak lengah mengawasi anak-anaknya, terutama saat beraktivitas di perairan terbuka dengan arus yang tidak bisa di­prediksi.

“Ini bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama pada momen keramaian yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan,” pungkas Chandra. (oza)