SUDIRMAN, METRO–Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi penetapan Arsip Indarung I Semen Padang dan Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol sebagai Memory of the World Asia Pacific UNESCO pada acara 10th MOWCAP General Meeting yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu (8/5) lalu.
“Selaku pemerintah dan masyarakat Sumbar, kita patut mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepedulian dan kontribusi PT Semen Padang terhadap pelestarian arsip di Ranah Minang begitu juga dengan ditetapkannya Naskah Tambo Imam Bonjol,” kata Mahyeldi, Kamis (9/5).
Dikatakannya, dengan ditetapkannya satu arsip dan satu naskah dari Sumatera Barat sebagai Memory of the World Asia Pacific UNESCO adalah sebuah kehormatan bagi Sumatera Barat. Untuk itu, Pemprov Sumbar berupaya menjaga dan melestarikan arsip-arsip kuno tersebut.
“Ini adalah sumber informasi, ini juga menjadi rujukan bagi generasi di masa dating bagaimana sebuah cerita dan arsip yang terjadi di masa lalu dapat diakses dengan naskah aslinya,” sebut Mahyeldi.
Untuk Semen Padang, katanya selaku produsen semen tertua di Asia Tenggara, kontribusi PT Semen Padang selama ini tidak hanya sebatas membantu mempercepat proses pembangunan di Sumbar, namun juga berperan dalam bidang sosial dan budaya.
“Semen Padang sudah menjaga arsip sebagai warisan yg bernilai sangat tinggi dan mendapat pengakuan UNESCO, hal ini sangat membanggakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Arsip Pabrik Indarung I PT Semen Padang dari tahun 1910-1972, resmi ditetapkan sebagai Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) oleh UNESCO pada acara 10th MOWCAP General Meeting yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu (8/5).
Sertifikat MOWCAP itu diserahkan oleh Chair MOWCAP Kwibae Kim, setelah manajemen perusahaan, menyampaikan presentasi nominator di hadapan sidang umum Regional MOWCAP.
Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra mengaku bangga dan bersyukur atas ditetapkannya arsip Indarung I sebagai MOWCAP dari UNESCO. Dan, penetapan ini merupakan wujud nyata bahwa PT Semen Padang yang merupakan anak usaha dari SIG, peduli terhadap sejarah dari Pabrik Indarung I.
“Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Semen Padang. Tentunya, penetapan Pabrik Indarung I sebagai MOWCAP ini juga menjadi bagian sejarah dari perjalanan panjang perusahaan yang kini berusia 114 tahun,” kata Indrieffouny.
Sementara itu, Kepala ANRI Imam Gunarto mengucapkan selamat kepada PT Semen Padang yang telah berhasil mendapat pengakuan dari UNESCO Asia Pasifik tentang arsip Pabrik Indarung I yang merupakan warisan dokumenter dari sejarah dunia.
Menurutnya, pengakuan ini tentunya akan dikenal oleh dunia bahwa PT Semen Padang merupakan perusahaan yang peduli dengan warisan dokumenter dunia. “Jadi, salah satu pemegang warisan dokumenter dunia yang berharga itu adalah Semen Padang. Selamat untuk Semen Padang,” katanya.
Sisi lain dari pengakuan ini, lanjutnya, adalah akan adanya endorsemen pengenalan sisi Indonesia tidak hanya PT Semen Padang, tapi juga Indonesia di luar negeri. Karena, Indonesia telah menunjukkan kepeduliannya. Tidak hanya peduli di bidang budaya dan sosial, tapi juga di bidang industri,” ujarnya.
Pada 23 Mei 2023 lalu, arsip Indarung I ini juga telah ditetapkan oleh ANRI sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB). Pasca-penetapan tersebut, PT Semen Padang didukung oleh ANRI, langsung bergerak cepat untuk menyusun dan melengkapi berbagai dokumen persyaratan untuk pendaftaran arsip Indarung I ke MOWCAP.
Sebelumnya, Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (Unesco) menetapkan tiga warisan dokumenter asal Indonesia sebagai Memory of the World for Asia and Pasific di Ulan Bator.
Ketiganya adalah naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol, ‘arsip Indarung Semen Padang, dan arsip tentang Indonesian Sugar Research Institut tahun 1887-1986.
Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol diusulkan Perpusnas dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sedangkan arsip Indarung Semen Padang diusulkan oleh PT Semen Padang, dan arsip tentang Indonesian Sugar Research Institut tahun 1887-1986 diusulkan Kantor Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur serta Balai Penelitian Gula Indonesia.
“Jadi, Indonesia mengajukan satu naskah dan dua arsip. Alhamdulillah ketiganya diterima sebagai Memory of the World for Asia and Pasific,” kata Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Naskah Nusantara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Aditia Gunawan.
Dengan ditetapkan ketiga dokumen itu sebagai Memory of the World for Asia and Pasific, Perpusnas mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya tersebut.
Pelestarian budaya itu penting karena telah teregistrasi dan diakui dunia internasional. Ke depannya, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan dan menjamin pelestarian ketiga dokumen.
Termasuk pula melanjutkan penelitian dan diseminasi ketiga dokumen hingga program-program yang dapat menunjang agar dua arsip dan satu naskah semakin dikenal luas masyarakat.
Aditia menegaskan dokumen tersebut dianggap signifikan bukan hanya secara nasional namun juga pada tataran global. Sebagai contoh isi dari naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol yang berisikan atau mengajarkan tentang kedamaian dan konsiliasi. “Naskah ini penting karena satu-satunya di dunia. Jadi ini sangat langka dan istimewa,” ujarnya usai memaparkan dokumen tersebut di Ulan Bator. (*)






