Menu

Zone Reptil dan Sumatran Tiger TMSBK Diresmikan

  Dibaca : 359 kali
Zone Reptil dan Sumatran Tiger TMSBK Diresmikan
RESMIKAN—Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meresmikan Zona Reptil dan Sumatran Tiger Exhibit di Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Walikota Bukittinggi resmikan Zona Reptil dan Sumatran Tiger Exhibit di Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Rabu (13/1). Dua zona baru ini, menjadi magnet tersendiri bagi pariwisata Kota Bukittinggi.

Kegiatan Soft Opening ditandai dengan penandatangan prasasti Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, yang disaksikan unsur pimpinan dan anggota DPRD unsur Forkopimda, Sekda Yuen Karnova dan jajaran SKPD lainnya.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, Supadria mengatakan, sejak disusunnya master plan TMSBK area kebun binatang pada 2018 lalu, maka pada 2019 dilaksanakan pembangunan kandang tahap I yang meliputi pekerjaan struktur pada zona burung dan zona reptil dengan anggaran Rp 9,1 miliar.

Selanjutnya pada 2020, dilaksanakan lanjutan pembangunan tahap I yang meliputi finishing dan utilities zona burung dan zona reptil, serta pembangunan zona karnivora berupa pembenahan kandang harimau dan pembuatan terowongan Harimau beserta prasarana lainnya dengan anggaran sebesar Rp 14,4 milyar. Kepala Disparpora Bukittingi, Supadria, menjelaskan, untuk zona reptil, dibangun terhubung dengan kandang Aviary. Zona reptil terdiri dari bangunan Indoor dan Outdoor.

Pada bangunan Indoor terdapat 23 ruang dari kaca yang ditata sedemikian rupa sesuai dengan habitat satwa yang menempatinya. Ruang kaca yang ada tersebut diisi 13 jenis ular dan 10 jenis hewan kadal, sedangkan untuk bangunan outdoor diisi oleh 9 ekor kura kura emys (Kaki Gajah) dan sepasang buaya muara, serta biawak salvator Sumatera. Hal ini bertujuan agar harimau lebih sejahtera, mendapat kenyamanan dalam perawatan, serta pengunjung dapat lebih berinteraksi secara lebih dekat.

“Jika sebelumnya pengunjung melihat Harimau Sumatera dari ketinggian dan dari jarak yang jauh, maka sekarang pengunjung bisa melihat Harimau dengan jarak dekat, karna hanya dibatasi kaca tebal. Untuk pengamanan pengunjung, kita siapkan keeper (penjaga) dan petugas security,” ujar Supadria.

Menurutnya, dengan dilakukannya revitalisasi area kebun binatang ini, maka total anggaran pembangunan kandang tahap I dan tahap II yang dilakukan adalah sebesar Rp 24,3 miliar, termasuk untuk penyusunan master plan area Kebun Binatang dan Benteng Fort De Kock. “Untuk tahun anggaran 2021, baru tersedia dana sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan fasilitas dalam kandang satwa,” ungkap Supadria.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, revitalisasi TMSBK area kebun binatang ini adalah sebagai bukti dari keseriusan Pemko Bukittinggi dalam pembenahan pariwisata sebagai sektor andalan Kota Bukittinggi. “Sejak soft opening kandang aviary TMSBK, tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi naik signifikan. Kita harapkan dengan diresmikannya zona reptil dan karnivora ini, tingkat kunjungan wisatawan bisa lebih meningkat lagi,” kata Ramlan.

Pembangunan kandang aviary, zona reptil dan zona karnivora, ujar Ramlan, bertujuan untuk lebih memberikan suasana baru dan kenyamanan bagi satwa yang ada di dalamnya. Di samping itu juga untuk menjadikan TMSBK Bukittinggi menuju pengelolaan TMSBK yang modern, sehingga pada akhirnya TMSBK Bukittinggi memiliki konsep konservasi, edukasi dan rekreasi.

“Sebagai kota tujuan pariwisata, pemerintah daerah tentu berfikir bagaimana tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi meningkat. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan tentu berdampak terhadap PAD dan geliat perekonomian. Oleh karena itu, berbagai terobosan dilakukan Pemko untuk pembenahan dan pengembangan objek wisata yang ada, termasuk TMBK ini,” ujar Ramlan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional