Menu

Zona Oranye, Wisata Padang masih Ditutup

  Dibaca : 68 kali
Zona Oranye, Wisata Padang masih Ditutup
MASIH TIDAK PAKAI MASKER— Sejumlah pengunjung kafe-kafe dan kedai kopi yang berada di kawasan Pantai Padang, masih abai dengan Prokes Covid-19, Kamis (17/6) sore. Para pengunjung duduk berdekatan dan banyak tidak memakai masker. Dalam instruksi pemerintah, pihak pengelola usaha wajib menyuruh pengunjung untuk memakai masker untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

JATI BARU, METRO–Pemerintah melarang kegiatan pariwisata di daerah zona merah dan oranye. Hingga kini sejak libur Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah lalu, warga Kota Padang masih belum diizinkan berwisata  karena status masih mengantongi zona oranye Covid-19.

“Sekarang Kota Padang masih status zona oranye. Jadi untuk wisata kalau untuk zona oranye masih dilarang,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian.

Ia menjelaskan, sejak awal tahun hingga sekarang, tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata masih sangat minim. Karena masyarakat dilarang di keramaian atau membuat keramaian. Jika status Covid-19 melandai dan menyentuh zona kuning, maka dimungkinkan lagi untuk dibolehkan berwisata lagi.

“Kita tunggu saja zona kuning atau hijau dan kondisi kembali normal,” tandas Arfian lagi.

Kepada pengelola tempat wisata, Arfian kembali mengingatkan agar pihak pengelola memperhatikan instruksi pemerintah terkait Covid-19, dengan menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, memperbanyak media info wajib 5M, pelarangan masuk pada orang yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.

Tidak hanya itu, pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk, mengingatkan pekerja dan pengunjung wisata agar menjaga jarak, mengatur antrean agar tidak terjadi kerumunan, hingga mengutamakan metode pembayaran non-tunai.

Sementara itu, untuk pengunjung wisata, diimbau agar selalu masuk ke lokasi dalam kondisi sehat serta tertib menggunakan masker. “Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun air mengalir atau gunakan hand sanitizer. Tetap perhatikan jaga jarak minimal 1 meter,” pungkasnya.

Di sisi lain, mendekati libur Hari Raya Idul Adha, Alfian juga menyebut kemungkinan lokasi wisata masih belum dibuka, jika status Kota Padang masih orange. Apalagi sampai merah. “Makanya kita berharap kondisi semakin normal,” tandas Arfian.

Sebelumnya, Wali Kota Hendri Septa menegaskan, masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

“Kita terus berupaya bagaimana penularan Covid-19 di Kota Padang ini bisa ditekan dan Kota Padang bisa kembali lagi ke zona kuning atau bahkan ke zona hijau,” jelas Wali Kota Hendri Septa.

Untuk diketahui, pemerintah melarang kegiatan pariwisata di daerah zona merah dan oranye seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro mulai 15-18 Juni 2021.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, telah menerbitkan Instruksi Mendagri No.13/2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19. Pada perpanjangan PPKM kali ini pemerintah melarang kegiatan pariwisata di daerah zona merah dan oranye Covid-19. Pemerintah Daerah (Pemda) yang akan bertanggung-jawab mengawasinya.

“Untuk daerah pada zona oranye dan zona merah kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman dilarang. Dan pengaturan lebih lanjut diserahkan kepada pemerintah daerah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah,” bunyi diktum ketiga belas huruf a poin 5.

Mendagri juga meminta jika ada pelanggaran pada pelarangan tersebut agar dilakukan penegakan hukum. “Apabila terdapat pelanggaran, dilakukan penegakan hukum dalam bentuk penutupan lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi diktum ketiga belas huruf a poin 5.

Pada instruksi menteri tersebut, pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum/ tempat wisata/taman diwajibkan melakukan screening test antigen/genose untuk fasilitas berbayar/lokasi wisata indoor. Sementara untuk kegiatan fasilitas umum/lokasi wisata outdoor diterapkan protokol kesehatan secara ketat. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional