Menu

Zona Orange di Kota Sawahlunto, Belajar Tatap Muka, Siswa dan Siswi Lanjut

  Dibaca : 92 kali
Zona Orange di Kota Sawahlunto, Belajar Tatap Muka, Siswa dan Siswi Lanjut
Asril Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO–PBM (Proses Belajar Mengajar) tatap muka untuk tahun ajaran baru 12 Juli 2021 seperti biasanya, dimana para siswa tetap belajar dengan sistem tatap muka dan jadwal belajar mulai pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB  dan aturannya seperti sebelumnya mengingat situasi.masih dalam kon­disi covid 19.

Kepala Dinas Pendi­dikan Asril menjelaskan untuk tahun ini surat eda­ran yang disebarkan ke­pada sekolah seperti bi­asa­nya karena situasi Sawahlunto dalam kondisi zona orange.  Namun un­tuk sekarang syarat PBM guru harus memiliki kartu vaksin/setifikat vaksin atau surat keterangan dari dokter yang menya­takan bahwa guru ter­sebut tidak bisa divaksin. Pada PBM sebelumnya para guru harus sudah di SWAB.

“ Sudah 75 persen guru Kota Sawahlunto yang di vaksin, targetnya ya 100 persen,” kata Asril di­ruang kerjanya Kamis (8/7).

Asril juga mengatakan bahwa Dinas Kesehatan telah menghimbau kepa­da anak-anak SLTA bisa divaksin, karena sudah keluar izin dari BPOM vaksinasi boleh untuk u­sia 12 sampai 17 tahun keatas.

“Sekarang masih dida­ta untuk anak-anak usia sekolah yang 12 sampai 17 untuk himbauan divaksin namun tidak diwajibkan diutamakan anak SLTA ,” katanya.

Untuk program reward masih tetap berlangsung sampai sekarang sudah berjalan selama 4 tahun bagi mahasiswa yang ku­liah di Universitas grade A dan grade B. Pihaknya sedang mendata untuk anak IP diatas 3,1  dan untuk IP diatas 3,5. Bagi IP yang 3,1 sampai 3,5 keatas sekarang sudah sebanyak 900 orang. Reward sebe­sar Rp 1 juta untuk anak IP 3,1 sampai 3,5, dan reward sebesar Rp 1,5 juta untuk anak IP 3,5 keatas.

“Dan program ini me­ru­pakan motivasi bagi anak yang kuliah di pergu­ruan tinggi grade A dan grade B. Setiap tahun me­ngalami peningkatan a­nak-anak dalam memper­tahankan IPK- nya diatas 3,1 keatas. Untuk tahun 2018 sebanyak 300 orang, tahun 2019 sebanyak 500 orang, tahun 2020 se­ba­nyak 780 dan sekarang tahun 2021 sebanyak 900 orang,” katanya.

Bagi anak-anak yang masuk perguruan tinggi grade A dan grade B, yang lulus perguruan tinggi S 1 akan mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta dan untuk yang lulus pada perguruan tinggi D 3 men­dapat bantuan sebesar Rp 1,5 juta.

Kegiatan olahraga di­se­kolah dibolehkan, im­buhnya. Dengan syarat kegiatan olahraga ter­sebut tidak menggunakan alat olahraga yang digu­nakan bersama hal ini berdasarkan SKB 4 Men­teri. Namun olahraga yang seperti gerakan senam dan yang lainnya diperboleh­kan. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional