Menu

Zona Hijau, Masjid Bisa Gelar Shalat Jumat

  Dibaca : 400 kali
Zona Hijau, Masjid Bisa Gelar Shalat Jumat
SEMPROT— Masjid Agung Nurul Iman Padang pada Kamis (4/6), disemprotkan cairan disinfektan dari tim Kecamatan Padang Selatan sebagai persiapan shalat Jumat (5/6).

IMAM BONJOL, METRO
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang mengeluarkan maklumat dan taushiyah Nomor: 002/MUI-PDG/VI/2020 tertanggal 4 Juni 2020. Ada tiga maklumat dan tiga taushiyah yang disampaikan MUI Kota Padang.

Sekretaris Umum MUI Kota Padang, Mulyadi Muslim mengatakan, maklumat tersebut yaitu, bahwa pemerintah berkewajiban untuk melakukan tindakan preventif secara optimal. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari semua bentuk penyakit/wabah menular.

Kemudian, udzur syari untuk tidak melakukan ibadah shalat fardhu berjamaah di masjid, mengganti shalat jumat dengan shalat zuhur di rumah, tetap berlaku di daerah/zona merah. “Sebab, menjaga nyawa lebih utama dari pelaksanaan ibadah secara ideal (azimah),” ujar Mulyadi, Kamis (4/6).

Maklumat ketiga ungkap Mulyadi, bagi masjid tingkat kecamatan atau kelurahan yang sudah dalam zona hijau, agar melakukan imarah masjid. Seperti melaksanakan shalat berjamaah, shalat Jumat, wirid pengajian, belajar mengaji dan lainnya.

“Namun semua itu dengan memenuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19,” tukas Mulyadi.

Ia menambahkan, standar protokol kesehatan penanganan Covid-19 tersebut yaitu, menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk masjid, menggunakan masker, cek suhu tubuh jamaah. Kemudian, jamaah membawa sajadah/tikar masing-masing, dan jamaah adalah jamaah tetap.

“Selanjutnya, dalam pelaksanaan shalat Jumat, dianjurkan khutbahnya iqtishor/dipendekkan,” beber Mulyadi.

Sementara itu kata Mulyadi, tiga taushiyah dari MUI Kota Padang yaitu, mendorong semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk lebih disiplin dalam penerapan budaya hidup Islami (Suluk Islami). Ini dalam rangka mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Penerapan budaya hidup Islami tersebut sebutnya seperti, membiasakan diri hidup bersih dengan berwudhu atau cuci tangan, menjaga jarak secara pisik dan juga pandangan dari hal-hal yang sia-sia (laghu) dan maksiat. Kemudian, makan makanan yang bergizi (dengan status halalan Thoyyiba), dan meningkatkan imunitas rohani dengan memperbanyak dzikir kepada Allah.

Taushiyah kedua terang Mulyadi, mendorong organiasi/lembaga dan individu untuk memperlihatkan kepeduliannya menolong warga yang tidak mampu. Yaitu dalam bentuk penyediaan bantuan sembako dan menggerakan usaha produktif berbasis zakat, infak, sedekah dan wakaf.

“Taushiyah ketiga, yaitu menghimbau para dai dan mubaligh untuk senantiasa memberikan pencerahan kepada umat dalam bentuk motivasi taqarrub kepada Allah, menjaga persatuan umat dan menguatkan ukhuwah antar sesama,” ucap Mulyadi.

Mulyadi menjelaskan, bahwa maklumat dan taushiyah MUI Kota Padang ini dikeluarkan memperhatikan, Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 360-365-2020 tentang Perpanjangan Kedua Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Kemudian, juga memperhatikan, perkembangan penularan Covid-19 di Kota Padang yang sudah terkendali. Serta, rapat Pengurus Harian MUI Kota Padang pada Selasa (2/6) tentang penyikapan Ibadah pasca PSBB Jilid -2 dan kaitannya dengan kondisi Kota Padang.

Di Kota Padang sendiri, salah satu masjid yang akan melaksanakan shalat Jumat pada 5 Juni yaitu Masjid Agung Nurul Iman Padang. Mulyadi yang juga ketua pengurus Masjid Nurul Iman Padang mengatakan, pelaksanaan shalat di masjid itu menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Yaitu, wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum memasuki masjid, berwudhu dari rumah atau kantor masing-masing, jangan berkerumun, bagi yang sakit shalat di rumah dan membawa sajadah atau mukena dari rumah,” ujar Mulyadi. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional