Close

Yang Mandiri Pangan, Bangkitkan lagi Jati Diri Orang Minang

Pemeran kuliner Tradisi di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Kota Payakumbuh, yang akan berlangsung selama Tiga hari Rabu-Jumat (15-17/6), resmi dibuka Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, Rabu (15/6) sekitar pukul 19.30 Wib.

NGALAU INDAH, METRO–Pemeran kuliner Tradisi di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Kota Payakumbuh, yang akan ber­langsung selama Tiga hari Rabu-Jumat (15-17/6), resmi dibuka Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, Rabu (15/6) sekitar pukul 19.30 Wib.

Supardi memuji kehadiran Tiga Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kebu­dayaan. Kemudian juga ada Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Desmon Corina.

Dia menyebut, selama ini kita latah bicara soal ketahanan pangan. Di Sumatera Barat, sejak dahulu kala nenek moyang orang minang sudah mengajarkan terkait ketahanan pangan. Di depan rumah gadang orang minang ada rangkiang tempat menyimpan pangan, juga ada kolom ikan, sawah dan ladang tempat bercocok tanam. “Tidak ada orang minang baik di kampung maupun dirantau yang kelaparan,” ucapnya.

Di Pasar Seni Payakumbuh pengunjung akan disuguhi  pameran ragam seni kuliner tradisional. Sekitar 20 jenis kuliner tradisional dari seluruh penjuru Minangkabau bakal dipamerkan di standnya masing-masing. Tak hanya pameran kuliner tradisional, dalam kegiatan itu juga akan ditampilkan seni pertunjukan tradisi yang berhubungan dengan ketahanan pangan dalam kebudayaan Minangkabau, seperti pertun­jukan Randai dan Ratok Suayan.

Di sebagian stand, pengunjung juga bahkan bisa melihat langsung proses pembuatan kuliner-kuliner tradisional, termasuk ritual-ritual sebelum memasak kuliner tersebut. Pasar Seni Payakumbuh diadakan oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat dengan inisiasi dari Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi.

Menurut Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Hendri Fauzan, Pasar Seni Paya­kumbuh diadakan guna mempromosikan kekayaan kuliner tradisional Minangkabau dengan segala potensinya, terutama yang berhubungan dengan ketahanan pangan.”Acara ini difasilitasi oleh UPTD Tambud Sumbar untuk lebih mengenalkan lagi kekayaan kuliner kita. Tujuannya juga untuk edukasi soal nilai-nilai ketahanan pangan yang ada pada kuliner-kuliner tersebut,” jelasnya.

Ketahahan pangan merupakan salah satu isu penting yang tengah mendapat perhatian di nasional mau pun internasional. Terutama di masa-masa pandemi, ketahan pangan mendapat perhatian lebih. Beberapa pihak, kemudian mencoba menggali lebih jauh konsep-konsep ketahanan pangan yang dimiliki oleh kebudayaan lokal, termasuk Minangkabau.

Tradisi lokal dianggap bisa menjadi solusi atau sumber inspirasi untuk menghadapi ancaman krisis pangan di tingkat global saat ini. Minangkabau sendiri, menurut kurator Pasar Seni Payakumbuh, Zuari Adbullah, memiliki konsep ketahan pangan sendiri yang tampak dari tata letak Rumah Gadang.

 “Sebagaimana yang tergambar pada arsitektur rumah gadang dengan segala kelengkapan. Sejak dari konsep bangunan dengan berbagai kajian yang sesuai dengan kondisi lingkungan, unsur seni dengan segala hiasan dan keindahan, berkaitan dengan ketahanan pangan,” jesalnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top