Menu

Xenia Terjuni Banda Bakali, Sopir Selamat, Penumpang Hanyut

  Dibaca : 523 kali
Xenia Terjuni Banda Bakali, Sopir Selamat, Penumpang Hanyut
DIEVAKUASI— Petugas mengevakuasi minibus Xenia yang terjun ke banda bakali kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) H Agus Salim, Minggu (20/1) malam.

PADANG, METRO – Diduga akibat jarak pandang sopir yang terbatas saat hujan deras melanda Kota Padang, satu unit minibus Daihatsu Xenia B 2432 SYG yang berisikan dua orang karyawan Living Plaza terjun bebas ke dalam banda bakali, Banjir Kanal dekat kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) H Agus Salim, Minggu (20/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Nahasnya, saat mobil terjun bebas, satu orang penumpang atas nama Hilda Wahyuni (25) tidak sempat meyelamatkan diri sehingga korban tenggelam dan terbawa arus sungai yang deras bersama mobil yang ditumpanginya. Sedangkan sopir mobil Warsan (38) yang juga manajer di Living Plaza selamat dari tragedi, karena berhasil keluar dari mobil.

Saat itu, Warsan sempat berusaha mencoba mengeluarkan korban dari dalam mobil namun, arus sungai yang sangat deras membuat Warsan tidak bisa berbuat banyak. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, PMI, Inasan Kebencanaan, Damkar yang mendapatkan laporan adanya kejadian itu langsung melakukan pencarian.

Meskipun arus sangat deras, petugas gabungan terus berupaya mencari keberadaan mobil dan korban yang smepat dikabarkan terjebak di dalam mobil. Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB, petugas gabungan berhasil menemukan mobil sekitar puluhan meter dari titik terjunnya mobil. Sedangkan korban Hilda Wahyuni sudah tidak ada lagi di dalam mobil dan belum ditemukan.

Petugas kemudian mengevakuasi mobil dari dalam sungai dengan menariknya menggunakan mobil derek. Petugas gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut. Hujan yang masih mengguyur Kota Padang menyebabkan air sungai menjadi sangat keruh dan deras sehingga menyulitkan petugas menemukan korban.

Terlihat petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang banjir kanal tersebut hingga ke muara dan Pantai Muaro Lasak. Selain itu, dan ada juga yang melakukan penyisiran di pinggir banjir kanal, dan bahkan ada juga petugas yang menyelam. Tidak hanya petugas saja, masyarakat setempat juga ikut membantu pencarian tersebut.

Kasi Ops Basarnas Padang, Asnedi mengatakan, pencarian masih terus dilakukan. Namun saat ini, pencarian mengalami kendala disebabkan cuaca yang masih hujan sehingga pencarian beberapa kali dihentikan untuk keselamatan petugas. Apalagi, arus banjir kanal kondisinya juga sangat deras.

“Hari ini (kemarin, red) pencarian kita fokuskan ke arah muara dan laut dari banjir kanal. Pencarian dilakukan dengan cara menyelam dan peralatan pencarian berupa perahu karet. Mudah-mudahan korban segera ditemukan. Pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari dan itu sesuai dengan Standar Operasional Prosedural (SOP),” kata Asnedi.

Asnedi menjelaskan, dari keterangan sopir mobil, didapatkan informasi kalau sopir belum mengetahui medan jalan karena yang bersangkutan baru menetap di Kota Padang. Apalagi, pada saat itu, hujan sangat deras sehingga jarak pandang terbatas, dan pada saat tiba di lokasi, mobil terlalu ke pinggir dan malah masuk ke dalam banjir kanal.

“Pada saat kejadian, ada dua orang di dalam mobil. Keduanya bekerja di Living Plaza Damar. Kalau sopir berhasil selamat karena sempat keluar dari mobil saat mobil sudah terjebur. Tapi yang cewek tidak sempat menyelamatkan diri. Sopir informasinya diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan,” ungkap Asnedi.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pencarian sejak malam walaupun arus sungai memang sangat deras dan malam itu posisi mobil sudah ditemukan. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, evakuasi dilakukan pada pagi harinya.

“Kita masih terus berupaya melakukan pencarian. Tapi belum membuahkan hasil. Kendala yang kita temukan cuaca hujan dan badai. Makanya, pencarian beberapa kali kita hentikan, tapi saat cuaca sudah mulai membaik kita lanjutkan kembali. Jika kita terus memaksakan akan menimbulkan risiko terhadap anggota,” ujar Sutan.

Sutan menambahkan, dalam melakukan pencarian, BPBD Kota Padang sementara ini mengerahkan satu perahu karet, dengan melibatkan 10 personel. Seluruh personel masih bersiaga di lokasi pencarian. Dari informasi yang didapat, mobil tersebut akan mengantarkan korban pulang ke rumahnya yang berada di pinggir banjir kanal dan dekat dari lokasi jatuhnya mobul itu.

“Menurut cerita dari orang tua korban, mobil itu mengantarkan korban ke rumah, karena terbatas pandangan, situasi hujan lebat yang mengedarai mobil tidak mengetahui berada di pinggir sungai, tiba-tiba mobil sudah miring ke arah sungai, dan langsung terjun bebas ke sungai,” jelas Sutan.

Kapolsek Padang Barat AKP Firdaus mengatakan, mobil sudah dievakuasi ke daratan. Sedangkan pencarian korban yang dilaporkan hanyut masih dilakukan, tetapi dihentikan sementara karena faktor cuaca. Dari pemeriksaan terhadap sopir, memanh dia tidak mengetahui kalau di lokasi ada banjir kanal.

“Satu orang yang menumpangi mobil dilaporkan hanyut. Korban terjebak di dalam mobil saat mobil terjebur ke sungai. Korban yang hanyut belum ditemukan, pencarian terus dilakukan. Sopir sempat diamankan dan diperiksa ke Mapolsek Padang Barat. Selanjutnya kasus ini ditangani oleh Unit Lakalantas Polresta Padang karena kejadian ini merupakan kecelakaan lalu lintas,” pungkas AKP Firdaus. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional