Close

Wujudkan Reformasi Birokrasi sebagai Urat Nadi Kinerja Pemerintahan, Audy Joinaldy: ASN harus Berinovasi

RAKOR— Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy menghadiri Rakor Uji Publik Rancangan Kebijakan Menteri PAN-RB, kemarin.

PADANG, METRO–Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Rapat Koordinasi/Uji Publik Rancangan Kebijakan Menteri PANRB Bidang Kelemba­gaan dan Tata Laksana, yang diselenggarakan di Hotel Truntum Padang, Selasa (16/11). Ada pun rancangan kebijakan yang dimaksud yakni rancangan Peraturan Menteri PANRB tentang Sistem Kerja pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi dan rancangan Peraturan Presiden tentang Arsitektur SPBE Nasional.

Mengawali sambutan saat pembukaan acara Rapat Koordinasi Kebijakan Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengatakan, di era globalisasi, di tengah percepatan Revolusi Industri 4.0, dan untuk menjaga eksistensi bangsanya, serta untuk membangun kesejahteraan rak­yatnya yang memiliki biro­krasi dengan performance handal adalah kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. “Reformasi birokrasi adalah landasan penting yang wajib mengaliri “denyut dan nadi kinerja pemerintahan”, agar hubungan fundamental negara dan rakyat semakin kokoh, masyarakat semakin percaya dan mem­beri legitimasi publik, sehingga mem­buat pemerintah semakin percaya diri menjalankan programnya,” kata Audy Joinaldy.

Saat ini dunia yang semakin borderless sehingga masyarakat makin mendambakan pelayanan pemerintahan yang cepat dan tidak terbatas jarak, ruang dan waktu, ditambah lagi postur birokrasi Indonesia yang sangat besar terbentang struktur pemerintahan pusat dan daerah, ge­ografi kepulauan yang men­­jadi kendala percepatan program pembangu­nan, dan diversitas karakter dan budaya lokal yang kental di setiap individu aparatur.  “Maka pemerintah dituntut untuk selalu berinovasi dan adaptif terhadap tuntutan perubahan dewasa ini,” ucapnya.

Berangkat dari hal ter­sebut, percepatan pelaksa­naan reformasi birokrasi di daerah menjadi hal yang sangat urgent dilaksanakan.  “Sehingga birokrasi yang selama ini identik dengan layer yang berlapis-lapis dan terkesan ka­ku, dapat bertransformasi menjadi birokrasi yang adaptif, efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” sebutnya.

Kebijakan Penyederhanaan Birokrasi ini bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan yang lebih fleksibel serta proses bisnis (draft, review, & approval) yang lebih sederhana, agar tercipta birokrasi yang lebih dinamis, agile, profesional, efektif dan efisien dalam pelayanan publik.  Karena selain untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju, penyederhanaan birokrasi juga sebagai respon pemerintah dalam menghadapi tantangan global saat ini yang me­rubah cara kerja secara drastis dengan transformasi digital  “Untuk itu ASN dituntut memiliki berkeahlian dan kompeten dengan kerja cepat, adaptif dan inovatif,” ujarnya.

Akhir sambutan Wagub Sumbar menyambut baik pelaksanaan rakor hari ini yang akan mengupas rancangan peraturan PAN dan RB tentang Sistem Kerja Pada Instansi Pemerintah Untuk Penyederhanaan Birokrasi, sehingga kebijakan ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pemerintah daerah dalam menerbitkan kebijakan kelembagaan perangkat daerah.

Sementara itu, Deputi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini menyampaikan secara virtual, Pemerintah terus ber­upaya melakukan percepatan penguatan kelembagaan, ketatalaksanaan dan Reformasi Birokrasi dalam mewujudkan pemerintah daerah semakin adaptif, cepat, dan hadir melayani masyarakat.

Arsitektur SPBE merupakan kerangka dasar yang mendeskripsikan integrasi proses bisnis, data dan informasi, layanan SPBE, aplikasi SPBE, infrastruktur SPBE, dan keamanan SPBE untuk menghasilkan layanan pemerintah yang terintegrasi.  Lanjut Rini mengatakan, adanya Arsitektur SPBE diharapkan tidak ada lagi belanja tek­nologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk membangun aplikasi yang sejenis antar IPPD. “Untuk itu, tidak ada lagi pembangunan infrastruktur SPBE yang terpisah-pisah, karena pada dasarnya kita berada di rumah yang sama, memiliki tujuan yang sama, yaitu terwujudnya SPBE yang terpadu dan menyeluruh untuk men­capai birokrasi pelayanan publik yang berkinerja tinggi,” ungkapnya.

Dengan demikian, pe­nye­lenggaraan pemerintahan akan menjadi lebih dinamis, lincah, profesional, efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.  “Kami berharap mendapatkan gambaran kondisi dan kepentingan kementerian, lembaga, dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan bidang kelembagaan dan tata laksana,” imbuhnya.

Acara Rakor tersebut dihadiri Sekretariat Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB T. Eddy Syahputra, Narasumber dari Kementerian PANRB, para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top