Close

Wujudkan Reformasi Biokrasi seperti Jateng

FOTO BERSAMA—Wako Pariaman Genius Umar bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, kunjungi Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowo. Saat itu Gubernur memberikan cenderamata kepada Walikota Pariaman, Genius Umar. Prestasi dan capaian Jawa Tengah, khususnya dalam reformasi birokrasi, menarik perhatian Wali Kota Pa­riaman, Genius Umar, melakukan lawatan kerja dengan membawa sejumlah pejabat yang ada didae­rahnya, untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir 2 jam ini diadakan di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Semarang. Sesama pe­ngurus Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada ( KAGAMA ), dimana Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum KAGAMA, dan Genius Umar sebagai ketua Harian KAGAMA Sumatera Barat, saling sharing informasi tentang me­ngelola pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat, serta terkait reformasi birokrasi dan pelayanan investasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan butuh usaha keras untuk mewujudkan birokrasi yang melayani di Jateng, namun jika dilakukan dengan maksimal, perubahan pasti bisa terjadi.

“Kalau birokrasi berjalan de­ngan baik, semua tersistematisasi dan complain handling masya­rakat bisa direspon cepat, maka itu awal yang baik. Memang butuh waktu, tapi kalau dilakukan serius, pasti ada perubahan,” katanya.

Ganjar senang dengan kunju­ngan Wali Kota Pariaman untuk saling sharing soal reformasi birokrasi dan peningkatan investasi ke Jawa Tengah. Menurutnya, pola kerja sama antar daerah dan saling belajar ini, bisa menjadi modal untuk perbaikan di daerah masing-masing.

“Pola kerja sama ini harus kita teruskan, di mana setiap daerah saling belajar satu sama lain. Kalau sama-sama bagus, kita bisa sharing. Kalau ada yang kurang, kita bisa belajar dari daerah lain. Kerja sama seperti ini harus kita tingkatkan untuk menjadikan semua daerah maju bersama,” pung­kasnya.

Ganjar mengungkapkan bagiamana upayanya dalam mewujudkan budaya birokrasi di Jateng menjadi melayani memang tidak gampang, tetapi dengan kerja keras dan pemahaman yanga ada di seluruh jajaranya, hal ini dapat dilakukan.

“Kami juga memanfaatkan teknologi informasi yang sederhana untuk melayani masyarakat, bagaimana komplain handling masyarakat, juga cepat kita ta­ngani, dengan hanya menggu­nakan medsos yang kita punya. Birokrasipun sangat responsif dan dipantau langsung oleh saya, dan sis­tem pelaporan masyarakat bisa langsung dan cepat direspon, karena saya perintahkan kepada instansi untuk menjawab hal terkait dalam waktu 2 jam saja,” ungkapnya.

Ganjar juga menuturkan dalam menerapkan budaya kerja yang melayani, tergantung pada lea­dership, dan itu dimulai dari saya sebagai Kepala Daerah, bagai­mana kita memberikan contoh dan perubahan kerja yang dapat dilihat dan dipantau masyarakat. Selain itu juga perlu dukungan biro­krasi yang kuat. Kalau leadership dan birokrasi berjalan seiringan, maka jadilah budaya kerja di Jateng ini menjadi sebuah kebiasaan.

Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar menilai, pengelolaan pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat, serta reformasi birokrasi dan pela­yanan investasi dan pererizinan di Jateng sangat luar biasa. Complain handling bisa dilakukan de­ngan cepat dan perubahan sangat terasa.

Banyak pelajaran penting yang didapat Genius Umar dan rombo­ngan dalam pertemuan itu. Bagai­mana Ganjar Pranowo menggu­nakan teknologi informasi untuk berbagai hal, termasuk mengangkat ekonomi UMKM di daerahnya melalui lapak Ganjar. “Sistem complain handling juga cepat, hanya menggunakan medsos sudah bisa jalan. Birokrasi sangat responsif dan dipantau langsung Gubernur. Sistem pelaporan masyarakat bisa langsung dan cepat direspon. Hal-hal inilah yang bisa kita terapkan di Pariaman, termasuk ba­gaimana pelayanan perizinan investasi yang sangat menarik di Jateng ini,” ucapnya.

Genius berharap Pariaman bisa mengikuti langkah Jawa Te­ngah dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani. De­ngan begitu, pembangunan bisa dilakukan dengan lebih cepat karena persoalan yang muncul bisa ditangani dengan cepat pula. “Kami yakin dengan perubahan itu akan terjadi percepatan pembangunan, karena mengubah budaya birokrasi yang lebih melayani itu sa­ngat penting, dan hal ini nanti­nya akan kita terapkan di Kota Pa­riaman,” tambahnya mengakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top