Close

Wujudkan Pengarusutamaan Gender Bagian Misi Pemko Sawahlunto, Penghargaan APE Bukan Tujuan Utama

PENGHARGAAN— Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menerima penghargaan Angerah Prashita Ekapraya (APE) dari madya ke kategori utama secara virtual.

SAWAHLUNTO, METRO–Dinilai berhasil dalam mengupayakan dan menjalankan Pengarusuta­maan Gender (PUG), Pemko Sawahlunto mempe­roleh kenaikan predikat pada Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari sebelumnya Madya menjadi Utama. Secara resmi, piagam kenaikan predikat ke tingkat Utama itu diserahkan kepada Walikota Sa­wahlunto Deri Asta, Rabu (13/10)

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masya­rakat Desa, Pemberda­yaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD PPA), Efriyanto menjelaskan, bahwa APE me­rupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlin­dungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.

“Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran Pemerintah Kota Sawah­lunto dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam Strategi Pengarusuta­ma­an Gender (PUG),” kata Efriyanto.

Untuk pencapaian ini, Efriyanto memaparkan, ada 7 komponen kunci yang menjadi penilaian, diantaranya komitmen (Perda PUG, Perwako PU­G), kebijakan (RPJMD, Rens­­tra OPD), kelembagaan (POKJA PUG, Focal POINT), dan Sumber Daya Manusia dan anggaran (SDM terlatih PPRG dan jumlah anggaran Pem­ko responsif gender).

“Upaya dari Pemko Sawahlunto dalam menekan diskriminasi gender ini adalah terlihat kesempatan yang sama bagi pria dan wanita dalam menduduki jabatan, pendidikan dan pelatihan. Kemudian tersedianya Puskesmas Ramah Anak, Pus­kesmas Inklusi, Ruang Bermain Ramah Anak (RB­RA) dan kawasan steril iklan rokok,” kata Efriyanto.

Ditambahkan Efriyanto, Kota Sawahlunto juga termasuk dalam kota terbaik dalam pelaksanaan Rencana Aksi Pemerintah Daerah Pengarusu­ta­ma­an Gender Tahun 2019 dan 2020.

Sementara, Walikota Sawahlunto Deri Asta me­ngatakan, bahwa penghargaan atau naik pe­ringkat ke predikat Utama bukanlah tujuan utama dalam program Penga­rusutamaan Gender di Sawahlunto. Sebab, Pengarusutamaan Gender ini termasuk dalam salah satu misi Pemko Sawah­lunto, yakni Penanganan khusus terhadap kelompok marginal seperti lansia, penyandang disabilitas, gangguan jiwa dan kelompok marginal lainnya termasuk perempuan dan anak – anak.

“Ini sudah menjadi kewajiban kami dalam menjalankan pemerintahan yang tidak ada diskriminasi gender dan lainnya. Adanya penghargaan a­dalah bonus, yang jelas kami tetap akan melaksanakan kinerja Pengarusu­tamaan Gender ini dengan atau tanpa penghargaan dari pemerintah pusat karena Pengarusutamaan Gender ini merupakan salah satu komitmen pe­layanan pada masya­ra­kat,” ujar Walikota Deri Asta.

Meski sudah berhasil memperoleh predikat utama ini, Walikota Deri Asta mengingatkan jajarannya agar jangan berpuas diri. Sebab kerja pengarusu­tamaan gender masih harus terus dilaksanakan dalam membangun kota maupun pelayanan pada masyarakat.(pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top