Menu

Wujudkan Pendirian BMT di Setiap Nagari

  Dibaca : 530 kali
Wujudkan Pendirian BMT di Setiap Nagari
ASPIRASI MASYARAKAT— Anggota DPRD Agam Dapil IV melaksanakan reses untuk mendengarkan dan menjemput aspirasi masyarakat yang merupakan instituensnya.

AGAM, METRO
Dalam menjemput aspirasi masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Agam Dapil IV melakukan reses ke dapil masing-masing. Reses tersebut bertujuan untuk kelanjutan perencanaan pembangunan di Kabupaten Agam. Kali ini, acara Reses anggota DPRD Kabupaten Agam Dapil IV yang bejumlah 9 orang di antaranya Suharman dari PKS Ais Bakri Nasdem Budiarto dari Gulkar Doddi, ST dari Partai Demokrat, Zulhefi dari Gerindra Ridwan Suhaili dari PPP Syaflin dari PAN Bulqaini PBB dan Rinal Wahyudi dari Gerindra yang disambut langsung oleh Plt Camat Baso Yogi Astarian Putra.

Suharman mengatakan, pelaksanaan reses yang dilakukan ini sebagai penutup masa sidang ke II sebagaimana amanat dari PP No. 12 dan tata tertib DPRD Kabupaten Agam.
Sepanjang reses berlangsung Suharman sebagai wakil ketua DPRD yang juga anggota DPRD dari dapil IV menyampaikan reses ini merupakan yang pertama dilakukan perdapil dalam periode 2019-2024. “Banyak kegiatan yang dilakukan recofusing, namun DPRD belum membahas apa yang dilakukan pergeseran, pembatalan kegiatan  dilakukan pemerintah daerah namun secara spesifik dilakukan pada perubahan anggaran. Nanti akan duduk bersama pada saat perubahan APBD yang akan kita gali pada reses sekarang ini,” ucap Suharman.

Dalam penjemputan aspirasi tersebut, Nagari Tabek Panjang menyampaikan, 3 hal, di antaranya, pada tahun 2008 mendirikan BMT di masing-masing nagari dengan tujuan memberantas rentenir di nagari yang legalitas koperasi. Namun, dengan dilakukan kemandirian BMT ini banyak yang tutup. Apakah BMT ini bisa mendapatkan stimulus dalam masa pandemi ini bagi unit usaha yang terdampak, Mohon kejelasan dari BMT ini.

Selanjutnya keberadaan majelis ulama harus ditingkatkan perannya di pemerintahan nagari. Afdal menyampaikan, beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, namun saran inventarisir kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan ini perlu dimusawarahkan kembali.

Sekretaris Nagari Padang Tarok menyampaikan, susah untuk masyarakat membiasakan tidak membuang sampah ke Batang Agam, termasuk dari kabupaten sebelah ini perlu disikapi oleh kedua belah kabupaten yang berbatasan. “Kemudian kawasan hutan produksi banyak kawasan pemukiman masuk ke kawasan hutan produksi,” ujarnya ‘.

Senada, dalam menangapi penyampain aspirasi masyarakat, Tentang BMT terutama di Tabek Panjang yang sudah berumur 5 tahun dan diserahkan ke nagari untuk dilakukan kemandirian. Sementara itu, untuk soal pandemi Covid-19 sudah diatur dengan peraturan OJK yang diberikan kelonggaran bagi kreditor dalam mencicil angsuranya.

Perubahan-perubahan atau pergeseran, DPRD belum bisa memastikan. “Nanti di perubahan anggaran akan dilakukan pembahasan”. Ais Bakri BMT 82 dan rata-rata sudah mati dana yang Rp300 juta juga sudah tidak jelas pertangung jawabanya. “Kami juga telah sampaikan kepada pemerintah daerah namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari BMT ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Doddi ST sangat menampung apa yang disampaikan oleh masyarakat. “Untuk BMT nanti akan jadi bahan dilembaga Anggaran yang tidak bisa dilaksanakan ada yang di tunda karena masa pandemi ini dan menjadi permasalahan di nagari,” ucap Doddi, ST.

Selanjutnya, Kawasan hutan ini akan dilakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah dengan DPRD baik dengan kegiatan TORA maupun kegiatan lain. Menanggapi Perda sampah di Kabupaten Agam sudah selesai nanti akan kita carikan tempat bak sampahnya denga berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Budiarto menyampaikan, untuk penanganan BMT yang menunggak akan  dilakukan pendekatan bagi yang seperti yang dilakukan Ampang Gadang dengan memamfaatkan zakat dalam penutupan hutang masyarakat. Hal serupa disampaikan Erman di Nagari Koto Baru tentang aset masjid lama yang terbengkalai kalau dapat dijadikan tempat hafiz alquran kemudian solusi pembuangan sampah di Nagai Koto Baru. “Untuk Nagari di Perbatasan Koto Baru dan Koto Katiak mintak normalisasi DAS.

Untuk Tabek panjang Daswir tokoh masyarakat mengatakan, Terkait sampah menjadi masalah umum tabek panjang. Pasar baso dan air tabik menjadi tempat kumuh jika tidak di atasi.

“Di dekat sekolah yang ada di pasar baso menjadi bau ke sekolah. Persawahan penduduk yang terlantar yang tidak ada aliran airnya ini mohon perhatian termasuk jalan usaha tani,” ujarnya.

Zulkifli nagari Padang Tarok kekurangan guru 28 sekolah SD di kec Baso tinggal 11 orang termasuk honorer. Gaji 300 ribu perbulan mohon perhatian minimal 2 juta Jorong sungai angek masalah drainase banda belum diperhatikan mohon di perhatikan. (pry)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional