Close

Wujudkan Pelayanan Kesehatan di Pelosok, Fungsi Puskesri Ditingkatkan Menjadi Posyando Prima

IKUTI—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengikuti senam massal peringatan Hari Kesehatan Nasional di Halaman Kantor Dinkes Sumbar beberapa waktu lalu

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepe­mimpinan Gubernur Mah­yeldi Ansharullah dan Wa­gub Audy Joinaldy, terus melakukan berbagai u­paya mendekatkan pela­yanan kesehatan hingga ke pelosok.  Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Satu Nagari Satu Posyandu Prima.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah me­lalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, dr. Lila Yanwar mengatakan, pencanangan Program Posyandu Prima berangkat kenyataan masih belum meratanya akses kesehatan ke seluruh daerah di Sumbar.  Puskesmas sebagai pusat pelayanan ke­se­hatan d daerah, lantaran berbagai keterbatasan, belum mampu menjang­kau masyarakat secara keseluruhan. Terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil dan terisolir.

Di sisi lain, tiap-tiap nagari di Sumbar, bahkan yang paling terpelosok sekalipun, telah memiliki pos kesehatan nagari (pos­kesri) yang dibangun oleh nagari itu sendiri. Poskesri inilah yang kemudian “di­sulap” menjadi Posyandu Prima. Tidak hanya namanya saja yang berubah dari Poskesri ke Posyandu Prima. Lebih dari itu, pelayanan kesehatannya juga di­tingkatkan menjadi setara pelayanan puskesmas. Sta­tusnya naik. Dengan kata lain, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke puskesmas, cukup ke Posyandu Prima.  “Nah, dengan begini jelas bahwa keberadaan Posyandu Prima akan sangat memu­dahkan masyarakat. Terutama bagi mereka yang tinggal di nagari-nagari terpencil, yang secara akses, sangat jauh dari puskesmas,” kata Lila saat ditemui di kantornya, Rabu (16/11) sore.

Di samping itu, kebe­radaan Posyandu Prima, menurut Lila, juga mengurai kesalahpahaman ma­sya­rakat tentang posyan­du, yang selama ini diidentikkan sebagai “tempat penimbangan bayi”. Padahal, sesuai namanya, pos pelayanan terpadu, posyandu juga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara umum, seperti halnya puskesmas. “Poskesri yang selama ini hanya me­layani ibu bersalin dan semacamnya, melalui trans­formasi menjadi Posyandu Prima, telah ditingkatkan fungsinya untuk melayani kesehatan ma­syarakat, termasuk juga melayani screening pe­nyakit-penyakit berat se­perti TBC, kanker, dan sebagainya. Selain itu, Posyandu Prima juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk penanganan stunting di nagari-nagari,” tuturnya.

Lila menyampaikan, Posyandu Prima baru diluncurkan di dua kabupaten, yakni Limapuluh Kota dan Pasaman Barat. Kendati demikian, hal ini sudah menjadi langkah awal yang menjanjikan. Pasalnya, Sumbar merupakan pro­vinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mencanangkan program ini.“Dengan telah diluncurkannya Posyandu Prima di dua kabupaten tersebut, kami berharap dalam waktu dekat daerah-daerah lain juga bisa segera me­nyusul. Ujungnya nanti tentu saja bagaimana me­wujudkan Satu Nagari Satu Posyandu Prima,” ujar­nya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansha­rullah menyatakan, Posyandu Prima akan memberikan layanan kesehatan setiap hari dan mengkoordinir seluruh kegiatan posyandu di tingkat nagari/desa dan kelurahan, se­hingga layanan kesehatan lebih mudah diakses dan berada dekat dengan ma­syarakat.

Menurut Mahyeldi, Posyandu Prima merupakan wadah pemberdayaan ma­syarakat yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan lainnya sesuai dengan kebutuhan secara terintegrasi di nagari, desa, dan kelurahan. “Posyandu Prima bukan hanya melayani bayi dan ibu saja, tetapi akan melayani seluruh ma­sya­rakat dari berbagai latar belakang usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga lansia,” kata Mahyeldi saat meluncurkan Posyandu Prima sekaligus Rapat Ko­ordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumbar di Padang, Selasa (8/11) lalu.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top