Menu

Wujudkan Ketersediaan Jamban Menuju Masyarakat Sehat

  Dibaca : 628 kali
Wujudkan Ketersediaan Jamban Menuju Masyarakat Sehat
Depitra Wiguna, SKM menjadi narasumber pada acara pembinaan kepada Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat.

Forum Kota Sehat Kota Padang mengadakan acara pembinaan kepada Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat se-Kota Padang, Kamis (28/1) di Balai Diklat Koperasi Provinsi Sumbar dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Padang diwakili Asisten I, Dr H Edi Hasymi, MSi.

Kegiatan ini bertemakan,”Melalui Pembinaan Kita Wujudkan Ketersediaan Jamban Menuju Masyarakat Sehat”. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr H Edi Hasymi, MSi dengan tema Kebijakan SBS Kota Padang, dr Ferimulyani, M Biomed, temanya Penyakit Terkait BABS dan Depitra Wiguna,SKM, temanya Percepatan SBS Kota Padang.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Padang, Rukayah Anwar, SH mengatakan, melalui “Pembinaan Kita Wujudkan Ketersediaan Jamban Menuju Masyarakat Sehat” yaitu untuk mewujudkan 9 tatanan atau varibel pedoman penyelenggaraan kabupaten/kota sehat (peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan) Nomor: 34 Tahun 2005, Nomor: 1138/Menkes/PB/VIII/2005 yang salah satu indikatornya adalah ketersedian jamban bagi seluruh masyarakat kota.

Menyikapi hal ini terangnya, Forum Kota Sehat Kota Padang terkait pemberian penghargaan kota sehat tahun 2021 bagi yang sudah mendapatkan penghargaan kota sehat setara Swasti Saba Wistara atau emas untuk yang kelima kali untuk bisa ikut verifikasi ditingkat pusat harus 100 persen akses jamban sehat. Tentunya program jangka panjang adalah bagaimana melengkapi terbangunnya jamban sehat di tengah masyarakat.

Dr H Edi Hasymi, MSi mengatakan kota sehat dengan 9 indikator itu yang berkaitan dengan kehidupan seharihari. “Untuk menjadi sehat tergantung cara pikiran kita, untuk itu mari membrandit kembali konsep sehat. Secara kenyataan di lapangan, kita masih menemukan khusus persoalan buang air besar sembarangan, jadi mari stop buang air besar sembarangan (SBS). Untuk itu harus edukasi kembali masyarakat. Target kita harus 100 parsen SBS dan buang air besar dilakukan sesuai dengan tempatnya,” ujarnya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional