Close

Workshop Pengamalan Nilai ABS-SBK di Balai Kaliki, Supardi: Aktualisasi Nilai Budaya di Kalangan Generasi Muda

Ketua DPRD Sumbar poto bersama dengan perserta workshop pengamalan nilai-nilai Adat Basandi Syarak (ABS) Syarak Basandi Kitabullah(SBK).

Sistem nilai budaya Mi­nang Kabau terdapat nilai-nilai yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan . Karena itu, kawula muda harus diberi bekal pen­di­dikan agama, adat dan budaya, agar mereka tidak salah dalam me­langkah.

Hal ini disampaikan, ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat membuka secara resmi workshop pengamalan nilai-nilai Adat Basandi Syarak (ABS) Syarak Basandi Kitabullah(SBK) yang digelar di Balai Kaliki, Kota Payakumbuh, Jumat (3/5).

Dalam penyampaiannya, Supardi menekankan penting­nya pendidikan moral kepada generasi muda untuk meng­an­tisipasi kasus-kasus yang bisa mencoreng ABS-SBK, salah satunya kekerasan seksual pada anak dibawah umur.

Katanya, moral merupakan suatu hukum perilaku yang dite­rapkan kepada setiap indi­vi­du dalam bersosialisasi de­ngan sesamanya sehingga terjalin rasa hormat dan menghormati an­tar sesama.

Moral juga sesuatu yang dihasilkan oleh nilai budaya dan nilai agama yang mengatur bagaimana suatu individu bisa saling berinteraksi dengan baik sesama manusia.

Dengan adanya moral, manusia akan lebih meng­hor­mati satu sama lain. Dengan sa­ling menghormati maka setiap ma­nusia akan dapat meng­hargai perbedaan pendapat pada setiap individu, sehingga terjalin keselarasan dan kehar­mo­nisan.

Moral juga dapat mem­bentengi kita dari hal buruk. Jika kita telah membentengi diri kita dari hal buruk maka kita akan ter­hindar dari kejahatan-keja­ha­tan dan tetap bertindak benar meskipun ada godaan.

“Bicara masalah budaya, tidak terlepas dari generasi muda. Sesuai dengan kondisi sekarang, banyak perbuatan-perbuatan yang sehrusnya tidak terjadi di tengah masya­ra­kat namun terjadi. Tentunya ini berkaitan dengan adanya penurunan nilai-nilai moral di tengah masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan dalam be­berapa bulan terakhir, Sum­bar dihebohkan dengan pem­beri­taan kekerasan seksual ter­ha­dap anak-anak dibawah umur, bahkan perbuatan me­nyim­pang itu melibatkan seorang kakek kepada cucunya. Secara agama itu sangat dikutuk, bahkan binatang pun tidak mau mela­kukan hal itu.

Berangkat dari kenyataan tersebut, lanjut Supardi, harus ada langkah-langkah strategis dalam membangun moral.

“Jika tidak ada upaya upa­ya strategis dalam pendidikan moral, entah kasus menyim­pang apa yang akan terjadi di masa depan, “ tegas Supardi.

Disis lain, Ketua DPRD Sumbar Supardi juga mem­be­rikan perhatian terhadap kam­pung budaya Balai Kaliki dan akan mengupayakan me­re­hab se­jumlah arsitektur bangu­nan di daerah itu.

“ Hal tersebut dilakukan demi menegaskan komplek Ba­lai Kaliki  sebagai  destinasi ke­budayaan. Dengan ke­ua­ngan daerah mungkin belum bisa, hanya untuk iven saja tetapi anggaran pusat bisa di­optimal­kan untuk rehab,” katanya.

Untuk diketahui Balai Kaliki terletak di Kenagarian Koto Nan Gadang 1 KM dari Pusat Kota Pa­yakumbuh, tempat ini meru­pakan perkampungan tradi­sio­nal yang masih dijumpai ba­nyak sekali rumah tradisional Mi­nangkabau baru maupun yang sudah tua, adat istiadat masya­ra­kat di Koto Nan Ga­dang sangat kuat sehingga ba­nyak se­kali acara adat tradisio­nal yang masih dipertahankan .

Untuk sekarang, kondisi bangunan Balai Kaliki menga­lami pelapukan, diketahui bah­wa destinasi ini pernah men­dapatkan juara nasional se­bagai desa budaya. Dalam work­shop kali ini Supardi meng­gandeng  masyarakat khu­susnya generasi milenial de­ngan mengusung tema “ Pe­warisan Kearifan Lokal Pada Ge­nerasi Muda Menuju Keta­ha­nan Adat dan Budaya”

Sementara itu Kepala Di­nas Kebudayaan Provinsi Su­matera Barat(Sumbar) Gemala Ranti, mengatakan komitmen un­tuk membina peningkatan taraf sosial kehidupan masya­ra­kat, hal ini selaras dengan pro­gram strategis gubernur dalam menanamkan nilai kebu­da­yaan kepada masyarakat khu­susnya rang mudo.

Penanaman nilai-nilai ABS-SBK penting pada generasi muda, untuk itu pada workshop yang dilaksanakan pada tiga hari ini 3-5 Desember 2021 akan diisi oleh pemateri yang kompeten dalam menunjang penanaman nilai-nilai adat dan budaya,  salah satunya Ketua DPRD Sumbar Supardi.

“ Untuk peserta yang me­ngikuti bimtek berasal dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, jumlahnya 50 orang,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top