Menu

Workshop Jurnalis Kehumasan DPRD Padang dan Study Banding ke Bandung

  Dibaca : 915 kali
Workshop Jurnalis Kehumasan DPRD Padang dan Study Banding ke Bandung
Foto Bersama - Kehumasan Sekretafriat DPRD Kota Padang poto bersama dengan anggota FWP di depan Gedung DPRD Kota Bandung

Dalam upaya meningkatkan kemitraan antara DPRD Kota Padang dengan Forum Wartawan , Workshop Jurnalis Kehumasan DPRD Kota Padang di gelar di Axana Hotel Padang dengan mendatangkan sejumlah narasumber.

Kabag Humas DPRD Kota Padang Hermanto, selaku Panitia Pelaksana dalam sambutannya menegaskankan, kegiatan ini dilaksanakan atas dasar untuk mensingkronisasi kinerja dari lembaga DPRD dan tata kerja sekretariat DPRD kota Padang dengan media.

“Adapun tujuannya untuk menambah wawasan dan menyamakan persepsi dan sinkronisasi antara sekretariat DPRD Kota dengan wartawan,” ungkap Hermanto.

Disampaikannya dengan kegiatan yang di gelar ini bisa memberikan manfaat bagi sekretariat DPRD Padangdan wartawan sebagai media publikasi setiap kegiatan di DPRD Padang.

Ketua Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang, Dasrul dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada dewan Pembina FWP, Wahyu Iramana Putra yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Sekwan serta jajarannya atas kepercayaan yang diberikan kepada media yang ada di Sumbar, khususnya wartawan yang tergabung dalam FWP menjadikan mitra dalam mempublis setiap kegiatan di lembaga DPR Padang.

“ Dengan menyamakan persepsi antara pers dan sekretariat tentu diharapkan apa yang menjadi tujuan bersama untuk membangun Kota Padang melalui tugas dan fungsi masing masing dapat tercapai,” ungkapnya.

Dia berharap, tentunya kerjasama ini perlu dijaga dengan harapan agar lembaga DPRD dan FWP ataupun rekan media lainnya dapat selalu memelihara dan meningkatkan sinergitas kemitraannya.

Dalam.kesempata itu Wahyu Iramana Putra selaku Wakil Ketua DPRD Kota Padang yang juga Dewan Pembina dari FWP, berharap agar kegiatan workshop ini tidak terhenti dan dapat berjalan terus menerus, sehingga dapat melahirkan wartawan yang handal, sesuai dengan keilmuan mereka masing.

Study Banding

Melanjutkan rangkaian kegiatan Workshop, Kehumasan DPRD Kota Padang dan FWP melakukan study banding dengan berkunjungan ke Kota Bandung atau Kota yang akrab disebut sebagai Kota Kembang.

Study banding selama lima hari ini, tujuannya ke DPRD Kota Bandung, Pemko Bandung, dan PWI Jawa Barat (jabar). Tujuan utama dari Study banding ini untuk meningkatkan kopetensi Kehumasan DPRD Kota Padang dan jurnalis yang bertugas di DPRD Kota Padang.

Sehingga, kopetensi yang telah didapat oleh Humas DPRD Kota Padang dan Pers, diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam menyokong tugas dan fungsi kedewanan di DPRD Kota Padang.

DPRD Bandung

Kunjungan Pertama Kehumasan DPRD Kota Padang dan FWP ke DPRD Kota Bandung. Rombongan dari Sumbar disambut oleh Kabag Umum DPRD Kota Bandung, Jaja Nurjaman beserta stafnya.

Koordinator FWP Wahyu Iramana Putra menyampaikan maksud dari kunjungan tersebut. Katanya, Study Banding ini selain untuk mengetahui seperti apa yang dilakukan Sekretariat dan Kehumasan DPRD Lota Bandung dalam membangun kemitraan dengan pers, juga ingin melihat perkembangan pembangunan Kota Bandung yang semakin pesat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak terlepas dengan control yang dilakukan DPRD dan pers. Karena itu, kemitraan antara lembaga DPRD dan pers merupakan suatu upaya kontrol terhadap pemerintahan daerah.

DPRD punya satu titik kemitraan dengan pers yakni pada fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah. Hubungan antara DPRD dan pers itu bersifat sejajar dan masing-masingnya punya tanggung jawab berbeda, namun berhubungan secara fungsional satu sama lain.

Menurutnya, salah satu fungsi DPRD ialah mengontrol jalannya pemerintahan, demikian pula pers yakni melakukan kontrol sosial. “ Keberhasilan pembangunan daerah tentu tidak terlepas dari control yang dilakukan DPRD dan pers,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu juga menyampaikan kekagumannya dengan kemajuan di Kota Bandung. Dia berharap, study banding ini akan memberikan kontribusi besar dalam upaya membangun Kota padang ke depan. “Penataan Kota Bandung sangat rapi dan indah mulai dari taman, pohon-pohon yang ada ditepi jalan cukup rindang hingga kebersihan kotanya terjaga,” ungkap Wahyu.

Wahyu juga membandingkan PAD Kota Padang dan Bandung sangat berbeda dan Padang sedikit tertinggal. “Penduduk Kota Padang lebih dari 2,5 juta jiwa dengan luas wilayah 695 KM persegi, tapi PAD nya hanya 2,3 Triliun, sementara Kota Bandung luasnya hanya 167 KM persegi namun PAD nya lebih. Kami ingin melihat bagaimana cara pengelolaan Kota Bandung hingga PAD nya bisa meningkat,” sebutnya.

Kabag Humas DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman menjelaskan, dalam hal membangun kemitraan dengan Pers, pihaknya tidak ada perlakuan khusus. Hal ini dikarenakan ada keterbatasan dalam aturan. Meski demikian, selama ini pihaknya juga selalu berupaya meni ngkatkan kerja sama dengan media.

Untuk pengelolaan Kota. Semua kegiatan disesuaikan dengan aturan dan perda yang berlaku. Seperti pedagang tidak diperbolehkan berjualan di sembarang tempat. Pemda juga mempersiapkan fasilitas berjualan seperti pasar, dan lokasi wisata alam maupun kuliner.

Selain itu, Pemko Kota Bandung juga selalu memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial atau medsos seperti facebook, twitter ataupun whatsapp, dalam hal promosi. Sehingga perkembangun pembangunan di Kota Bandung dengan mudah bisa diketahui secara luas.

Pemko Bandung

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, termasuk kepala daerah yang sukses menggunakan media massa dalam mensosialisasikan diri dan program kerjanya. Ia juga aktif bersosial media. Bahkan, admin akun media sosialnya langsung dipegang Ridwan Kamil.

Hal ini disampaikan oleh Maiwan Kartiwa, Kasubag Liputan dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Kota Bandung ketika menerima rombongan Humas dan Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang.

Menurutnya, membangun kemitraan antara Pemko Bandung dengan pers sangatlah penting. Sebab pers adalah ujung tombak tercepat dalam penyanpaian informasi kepada masyarakat luas.

Ridwan Kamil menurutnya sosok Kepala daerah yang mudah mendapat respon positif dari masyarakat Kota Bandung. Hal ini dikarenakan keberhasilan berbagai program pembangunan yang dilakukan Pemko Bandung tersebar cepat ke masyarakat, disampaikan melalui media.

“Ketika terpilih menjadi Wali Kota Bandung, Pak Ridwan Kamil mengumpulkan semua kepala SKPD. Dia menegaskanagar kepala SKPD melek terhadap media sosial,” ungkapnya.

Bahkan, dalam melaksanakan tugas sebagai Wali Kota, ketika melakukan kunjungan lapangan dan perjalanan dinas, Ridwan Kamil selalu didampingi wartawan.

“Misalnya, kemaren itu Pak Wali ke Medan, dia didampingi dua orang wartawan. Wartawan yang mendampingi tak hanya itu-itu saja, tetapi selalu digilir pada setiap kunjungan,” terangnya.

PWI Jabar

Humas dan Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang kembali malanjutkan kunjungannya ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat.

Kunjungan yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra, anggota Komisi I Ilham Maulina, dan Sekretaris DPRD Kota Padang yang diwakili Kepala Bagian Humas Hermanto, diterima langsung oleh jajaran pengurus PWI Jabar.

Rombongan disambut dengan baik oleh pengurus PWI Jabar. Berbagai makanan tradisional bandung juga disuguhkan kepada rombongan. Dalam kesempatan itu Wahyu menyampaikan tujuan kedatangan. Selain berilaturahmi dan sharing informasi dengan pengurus PWI Jabar, juga ingin mengetahui seperti apa keterlibatan PWI dalam pembangunan Kota Bandung sesuai dengan tupoksinya.

“Kalau kami, sangat merasakan peran wartawan yang meliput di DPRD Kota Padang selama ini. Tak hanya memberitakan kegiatan anggota dewan, tetapi bahkan kerap mengkritik anggota dewan itu sendiri.,” kata Wahyu.

Ketua PWI Jawa Barat, diwakili Ketua Bidang Advokasi, Haji Agusdinar mengapresiasi kunjungan dari Humas dan FWP DPRD Kota Padang. Menurut, apa yang dilakukan oleh FWP dan kehumasan DPRD Padang bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Disisi lain, dia juga menyampaikan persoalan utama saat ini di Kota Bandung hampir sama dengan DKI Jakarta, yaitu banjir dan kemacetan. PWI maupun media yang ada di Jawa Barat terus memberikan masukan kepada Wali Kota Ridwan Kamil dalam pengetasan banjir dan macet tersebut. “Tak hanya masukan, kadang kita juga melakukan kritik. Dan biasanya pemko cepat mengambil tindakan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga ada diskusi antara rombongan FWP dan PWI Jabar, terutama terkait verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap media. Selain itu juga advokasi terhadap jurnalis yang terlibat hokum. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional