Close

WNA Ilegal asal Tiongkok Bisnis Es Krim, Disidak Camat, Karyawannya Malah Berbohong

WNA ILEGAL— Camat MKS Bukittinggi bersama tim menemukan seorang WNA asal Tiongkok yang keberadaannya ilegal.

BUKITTINGGI, METRO–Menindaklanjuti laporan masyarakat, Camat Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Mihandrik bersama tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah ruko yang ditempati oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) ilegal asal Tiongkok di daerah Jalan Bypass Pulai Anak Air.

“Benar, kami menemukan seorang perempuan WNA yang tidak dapat menunjukkan paspor dan surat keterangan resminya sebagai penduduk negara Indonesia. WNA yang diduga ilegal ini berbisnis es krim,” kata Mihandrik di Bukittinggi, Selasa.

Ia menyebut, WNA dengan usia 40 tahun itu hanya memiliki surat kependudukan dari daerah asalnya, bahkan sempat berkilah ketika ditanyakan ke beberapa orang pegawainya.

“Beberapa orang pegawainya, ketika kami datang ke lokasi, sempat berbohong tidak mengetahui keberadaan WNA ini, namun ketika kami periksa ke lantai dua, WNA ini bersembunyi dalam kamarnya, hingga harus dipaksa keluar,” ujar Mihandrik.

Mihandrik sempat menyatakan kekesalan dan kekecewaannya kepada beberapa orang pegawai di ruko tersebut ketika ia mengonfirmasi tentang keberadaan WNA yang dilaporkan oleh masyarakat di daerahnya.

“Saya emosi juga saat dibohongi oleh karyawan yang berusaha menutupi keberadaan WNA ini, mereka bilang WNA itu ada di Surabaya, saya bahkan sedikit mengancam mereka bisa dijerat hukum karena melindungi orang yang bersalah,” ujarnya.

Camat muda yang baru beberapa bulan dilantik itu kemudian meminta pihak Imigrasi Bukittinggi untuk  melanjutkan pemeriksaan kepada WNA yang mempekerjakan anggotanya dari daerah Jawa dan Riau tersebut.

“Karena ini telah masuk ke ranah keimigrasian Undang Undang nomor 6 tahun 2011  kita meminta bantuan pihak Imigrasi untuk selanjutnya diserahkan proses lebih jauh. WNA itu kemudian dibawa dan diamankan oleh pihak Imigrasi untuk dilakukan pendataan lebih jauh sesuai aturan Undang-Undang Imigrasi,” pung­kasnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top