Menu

Wisata Padang Identik dengan Pemalakan

  Dibaca : 1105 kali
Wisata Padang Identik dengan Pemalakan
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
gerbang pintu masuk menjelang objeg wisata gunung padang

Objek wisata Gunung Padang, salah satu primadona pariwisata Kota Padang.

AIAPACAH, METRO–Mindset warga Kota Padang harus diubah jika ingin menjadikan kota ini  menjadi destinasi wisata. Hal tersebut diungkap mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang juga akademisi, Andrinof Chaniago, saat menjadi keynote speaker dalam seminar kepariwisataan di gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota, Senin (7/9).

Dikatakan Andrinof, perubahan mindset harus menjadi agenda utama bagi Pemko dalam pembenahan pariwisata. Sehingga semua masyarakat, khususnya pelaku pariwisata benar-benar menunjukkan sikap sadar wisata  yang bisa mengundang setiap orang datang untuk berkunjung kembali.

“Semua unsur harus berpikir wisata yang berkelanjutan. Bukan untuk wisata satu atau dua minggu,” ujar akademisi Unand ini. Hadir pada seminar tersebut, Wakil Wali Kota Emzalmi dan seluruh stakeholder pariwisata.
Menurut dia, pembenahan mindset ini akan mengeleminir perilaku negatif masyarakat yang sangat merugikan. Ia mencontohkan, perilaku pemalakan yang kerap terjadi di beberapa lokasi wisata. Kejadian itu dinilai telah merusak citra wisata Kota Padang.

Akibat kejadian ini, para wisatawan menjadi enggan berkunjung. Apalagi bagi mereka yang telah menjadi korban. “Pemko Padang jangan lemah. Jangan ada pemalakan lagi,” ujar dia.

Dikatakan Andrinof, ironis sekali, jika Kota Padang hanya mendapatkan secuil kunjungan wisata pada momen-momen besar. Pasalnya, potensi wisata alam sangat besar jika dibandingkan dengan daerah lain di luar Sumbar. Seharusnya, Sumbar mendapatkan kunjungan 500 ribu wisatawan mancanegara setiap tahun. “Sekarang hanya dikunjungi 50.000 wisman,” sebutnya.

Perubahan mindset, menurut Andrinof,  bisa dilakukan dengan memberikan pembinaan secara kontiniu terhadap pelaku wisata. Mulai bandara, penginapan, petugas parkir, petugas jaga di objek wisata, pedagang di lokasi wisata, serta masyarakat.

“Di benak mereka harus tertanam untuk selalu memberikan pelayanan yang baik dan ramah pada setiap wisatawan. Sehingga, ketika wisatawan itu pulang, mereka tetap terkesan dengan bagusnya layanan dan keramahan masyarakat Kota Padang.

Wisata Mandeh Dilanjutkan

Meski dirinya kini tak lagi menjabat sebagai menteri, Andrinof mengaku tetap memberikan dukungan besar terhadap pengembangan pariwisata di Sumbar. Termasuk, Kota Padang dan Kawasan Wisata  Terpadu (KWT) Mandeh.
“Khusus untuk Mandeh sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Jadi walapun tidak ada saya program itu akan tetap dilanjutkan,” ujar Andrinof.

Wawako Padang Emzalmi mengatakan, industri pariwisata telah berkembang signifikan melalui pesatnya pembangunan hotel berbintang pascagempa 2009. Hal ini menunjukkan Kota Padang secara bertahap telah mampu bangkit dari dan bergerak menuju kota konvensi di Sumbar.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang pada 2014 mencapai 3 juta orang, baik domestik maupun mancanegara. Ini menunjukkan Padang telah siap menjadi destinasi wisata dengan daya dukung sarana dan prasarana representatif. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional