Menu

Webinar Series Semen Padang, 95 Persen Vaksin Lindungi Keparahan Penyakit

  Dibaca : 121 kali
Webinar Series Semen Padang, 95 Persen Vaksin Lindungi Keparahan Penyakit
WEBINAR SERIES— Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebagai pemateri webinar series yang diadakan PT Semen Padang.

INDARUNG, METRO–PT Semen Padang kem­bali menggelar webinar series. Kamis (24/6/2021), webinar dengan tema “Vak­­sinasi Covid-19, Lin­dungi Diri & Keluarga Da­lam Upaya Pencegahan Pe­nye­baran Covid-19” itu, meng­hadirkan Juru Bicara (Jubir) Vaksin Covid-19 Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebagai pemateri webinar.

Webinar yang digelar melalui aplikasi zoom yang pelaksanaannya bersa­maan dengan program vak­sinasi Covid-19 untuk ka­ryawan PT Semen Pa­dang itu, dibuka oleh Direk­tur Utama PT Semen Pa­dang Yosviandri, dan turut dihadiri oleh Direktur Ke­uangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dha­rury dan juga diikuti oleh ratusan karyawan Semen Padang Group dan Semen Indonesia Group (SIG).

Yosviandri dalam sam­butannya menyampaikan, we­binar series tentang Covid-19 ini rutin digelar setiap bulan sejak Covid-19 melanda. Oleh karena itu, kepada insan PT Semen Pa­dang, Yosviandri me­nga­jak untuk meluangkan waktunya mendengarkan informasi, knowledge sharing dari Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes RI.

“Informasi yang di­sam­paikan Ibu Siti sangat ber­guna untuk kita semua, en­tah informasi hoax, palsu dan menyesatkan, dengan ini kita bisa mendapatkan pengetahuan dan pema­ha­man. Mudah-mudahan in­formasi yang disampaikan Ibu Siti melalui webinar ini, dapat menambah pema­haman kita bersama ten­tang Covid-19, maupun ten­tang vaksin,” katanya.

Terkait pelaksanaan vak­­si­­nasi untuk karyawan PT Semen Padang, Yos­viandri juga mengucapkan terimakasih kepada Polri, khususnya Polda Sumbar, yang telah memberikan kesempatan kepada selu­ruh karyawan PT Semen Padang untuk vaksin Co­vid-19, apalagi saat ini tidak semua orang bisa men­da­patkan peluang vaksin se­perti ini.

“Kemudian kepada se­lu­ruh karyawan, man­faat­kan peluang vaksinasi ini, karena hingga kini tidak ada kepastian kapan virus Covid-19 ini berakhir. Ke­mu­dian, mohon dipahami juga bahwa ahli seluruh dunia saat ini tengah beru­saha semaksimal mungkin untuk menyehatkan umat di dunia. Percayakan ke­pada ahli, kepada peme­rin­tah. Jangan sampai kita menjadi penyebab sakit­nya orang lain karena keti­dak pedulian kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia pun juga mengimbau selu­ruh karyawan untuk men­jalankan 6 M agar terhindar dari Covid-19. “Sekarang ini bukan 3M lagi, tapi sudah 6M. Selain memakai mas­ker, menjaga jarak dan men­cuci tangan, kita juga ha­rus menjahui keru­mu­nan, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama. Kemudian saya tambahkan 1M lagi, yaitu melaksanakan 6M ter­se­but. Jadi, 6M+1M yang ha­rus dilaksakan,” ungkap­nya.

Sementara itu, Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengapresiasi ma­na­jemen PT Semen Pa­dang yang telah melakukan vak­si­nasi terhadap karyawan, karena vaksinasi massal atau berkelompok ini sa­ngat penting dilakukan, su­paya penyebaran patogen penyebab penyakit dapat dibatasi atau dihentikan. Dan ini yang disebut de­ngan kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Dengan kekebalan ke­lom­pok, maka kelompok ma­syarakat yang tidak dapat divaksinasi (bukan merupakan sasaran) se­perti bayi baru melahirkan dan mereka yang memiliki kontra indikasi akan dapat turut dilindungi,” kata Siti melalui webinar yang dige­lar oleh perusahaan semen plat merah di Kota Padang itu.

Vaksinasi, kata Siti me­lan­jutkan, mengurangi gejala dan menurunkan penularan. Bahkan, 95 per­sen vaksin melindungi ke­parahan penyakit dan 99 per­sen melindungi dari ke­matian. Vaksin adalah pen­cegahan dan setiap vaksin dibuat untuk penyakit apa yang dicegah, atau mengu­rangi resikonya terhadap penyakit berat atau penya­kit yang menyebabkan ke­ma­tian.

Di Indonesia, ada dua tahap vaksinasi Covid-19. Untuk tahap pertama dari Januari hingga Juni, diawali oleh petugas kesehatan dengan target 1,3 juta orang yang tersebar di 34 provinsi, lansia dengan target 21,5 juta orang dan petugas publik 17,4 juta orang.

“Sedangkan tahapan kedua mulai Juli sampai Desember mendatang, di­la­kukan kepada 141,2 juta orang dengan sasaran ma­s­yarakat rentan dengan be­resiko penularan tinggi dan masyarakat lainnya melalui pendekatan klas­ter,” ujarnya.

Klaster keluarga

Terkait pandemi, Siti menyebut bahwa pandemi sudah berulang kali diha­dapi oleh global dan sudah ada 40 juta kematian, mes­kipun berbagai virus lain yang menyebabkan pan­demi, tidak dialami oleh Indonesia. Namun untuk pan­demi Covid-19 saat ini, ham­pir semua negara me­nya­takan dalam kondisi pan­demi.

Pemerintah, kata Siti, telah berupaya melakukan berbagai stratgei untuk mengakhiri masa pandemi ini. Dan itu dimulai dengan kecepatan keluarnya hasil swab kurang dari 24 jam sejak spesimen diterima melalui strategi mening­kat­kan akses, kapasitas, dan efisiensi laboratorium PCR.

Kemudian melakukan surveilans genomik untuk memantau adanya strain SARS-COV2 baru, serta mendorong penggunaan rapid Diagnostic Anti Gen dalam tes Covid-19. Mela­cak seluruh orang yang kontak erat, suspek dan kasus konfirmasi 15-30 kon­tak erat per kassus kon­firmasi dalam waktu ku­rang dari 72 jam.

“Kami melacaknya me­la­lui strategi door to door tracing dengan cara meng­ge­rakkan hingga 81.000 tracers (rasio 30 tracers/100.000 penduduk) untuk melacak kotak erat dan ju­ga melakukan peman­tauan karantina selama 14 hari,” katanya.

Kemudian bagi pasien Covid-19 yang bergejala sedang dan berat, Siti me­nam­bahkan, bahwa pasien tersebut harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang tidak bergejala dan bergejala ringan, menja­lani isolasi di luar rumah sakit dengan menyediakan tempat isolasi terpusat. (ren/rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional