Close

Waspadai Proyek Asal Jadi Akhir Tahun, OPD harus Awasi Pekerjaan Kontraktor

PENGERJAAN TROTOAR— Sejumlah proyek strategis masih dikerjakan hingga akhir tahun ini. Salah satunya, pengerjaan trotoar di jalan-jalan utama Kota Padang. DPRD pun meminta pejabat OPD terkait mengawasi pengerjaan proyek untuk menghindari pekerjaan asal jadi. (milna miana/posmetro)

PADANG, METRO – Sejumlah proyek pembangunan di Kota Padang baik drainase hingga pendestrian kawasan wisata di daerah itu yang digelontorkan dari APBD terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Tidak terkecuali DPRD Kota Padang, para legislatif meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serius melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek yang dilakukan pihak ketiga atau kontraktor. Tujuannya untuk menghindari kegagalan pekerjaan atau tidak selesai tepat waktu.

Anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim mengatakan, seluruh pelaksanaan proyek di Kota Padang tahun 2019 diharapkan berjalan sesuai ketentuan. Untuk menghindari penyimpangan dan menjaga kualitas, serta mutu pengerjaan proyek pembangunan maka perlu dilakukan pengawasan secara ketat oleh seluruh OPD.

“Kita mengingatkan kepada OPD terkait betul-betul melakukan pengawasan terhadap jangka waktu pelaksanaan (proyek pembangunan di Kota Padang, red) yang diberikan kepada pihak ketiga agar memperhatikan mutu kualitasnya,” kata Helmi Moesim.

Menurut Helmi, dengan melakukan pengawasan yang baik dari OPD dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), PPTK-PPK, maka hasil pengerjaan akan sesuai dengan perencanaan. Sejalan dengan tersebut, Helmi Moesim berharap seluruh dinas wajib memastikan seluruh pengerjaan berjalan dengan maksimal sehingga tidak ada anggaran yang percuma.

“ DPRD juga siap mengawal proyek-proyek pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor agar proyek tersebut tuntas sesuai target,” ulas Helmi Moesim.

Apalagi jelang akhir tahun, politisi Partai Berkarya itu mengingatkan kepada sejumlah rekanan agar bekerja secara profesional, serta memperhatikan schedulenya (waktu). Dia khawatir ketika sudah di penghujung tahun baru pengerjaan pembangunan di Kota Padang dikebut sehingga berdampak kepada kualitas.

“Kalau berdampak pada kualitas, kita asumsikan misalnya punya target (pembangunan, red) yang bisa bertahan selama 10 tahun maka akan menjadi 3 tahun. Untuk itu kontraktor harus menghasilkan mutu proyek yang bagus, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam waktu yang lama,” kata Helmi Moesim.

Pengerjaan proyek yang asal-asalan menyebabkan kualitas proyek itu tak maksimal. Kekuatan jalan tak sesuai yang diharapkan, sehingga sangat merugikan pemerintah maupun masyarakat.

Selain itu, masyarakat ikut terlibat langsung dalam pengawasan pelaksanaan proyek tersebut. Sehingga proyek-proyek yang dikerjakan para kontraktor kualitasnya tidak asal jadi dan pada akhirnya malah merugikan masyarakat.

“Jangan sampai karena kerja target di akhir tahun, baru kontraktor kebut-kebut pengerjaannya sehingga kualitasnya asal-asalan. Maka kita minta masyarakat juga ikut aktif memperhatikan pelaksanaan proyem tersebut,” tukas Helmi Moesim.

Diketahui, saat ini nampak sejumlah proyek pembangunan pada Tahun Anggaran 2019 di Kota Padang telah dikerjakan. Sebut saja pendestrian kawasan Batang Arau, Pantai Padang, pengerjaan trotoar hingga pembangunan drainase. Hingga kini, sejumlah proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan tuntas akhir tahun. (mil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top