Menu

Waspadai Gagal Panen, Warga Basmi Hama Tikus di Kota Pariaman

  Dibaca : 120 kali
Waspadai Gagal Panen, Warga Basmi Hama Tikus di Kota Pariaman
SAKSIKAN—Warga petani di Desa Marabau Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman saat berburu hama tikus disaksikan langsung Wali Kota Pariaman Genius Umar.

PARIAMAN, METRO–Antisipasi gagal panen padi sawah para petani di Desa Marabau Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, kemarin, ma­syarakat melakukan gotong royong bersama. Selain itu mereka juga berburu hama tikus (buru mancik) di kawasan persawa­han Desa Marabau.

“Tak hanya petani saja, kegiatan buru mancik ter­sebut juga di ikuti masya­rakat setempat, hingga para petani desa tetangga yang hamparan sawahnya bersebelahan dengan De­sa Marabau serta di ikuti langsung oleh jajaran Dinas Pertanian dan Perika­nan Kota Pariaman,  melalui UPT BPP Pertanian bersama penyuluh,” kata Pj.­Kades Marabau, Erfan Sa­yuti, kemarin.

Sementara Wali Kota Pariaman Genius Umar mengapresiasi pelaksa­naan kegiatan buru mancik ini dengan cara swadaya masyarakat bergotong ro­yong, dimana tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur di Pariaman.

“Kita melalui dinas terkait juga sudah sampaikan untuk bertindak cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan da­ri penyuluh untuk membantu masyarakat petani da­lam upaya penanggulangan hama, salah satunya hama tikus, yang sangat merusak tanaman dan me­ngancam gagal panen pe­tani,” ungkap Genius.

“Kita sama-sama me­nyadari,  bahwa 60 persen  masyarakat Kota Pariaman adalah petani dan menyangkut ke nilai pe­rekonomian masyarakat. Sehingga dengan upaya ini diharapkan desa-desa lain pun ikut membuat kegiatan serupa dengan Desa Marabau ini, karena ini mampu untuk meningkatkan kembali hasil pertanian petani padi sawah,” ujar­nya.

“Langkah ini juga mampu memotivasi bagi para petani supaya hasil panennya bisa meningkat dari panen sebelumnya serta dengan melakukan tanam serentak usai pe­mus­na­han hama tikus,” ucap Genius .

Kemudian  Pj.Kades Marabau, Erfan Sayuti menuturkan, hal ini merupakan langkah efektif kita dengan melibatkan para petani untuk membantu mengendalikan hama ti­kus dengan menggu­na­kan Shol­der alat pembasmi tikus.

“Nantinya, setiap satu ekor tikus yang didapat petani dibeli seharga Rp. 1.000 per ekornya, dan dibayarkan melalui swadaya masyarakat, sehingga hal ini memacu para peserta buru tikus untuk berlomba-lomba mendapatkan tikus yang banyak,” tutur Erfan.

Kegiatan Gerakan masal pemberantasan hama tikus ini dilaksanakan pada masa akan turun sawah atau sebelum para petani melaksanakan penanaman padi di sawah.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional