Close

Waspadai Aliran Kepercayaan Menyimpang Masuk Padang, Kajari Rapat Pakem Bersama Instansi Terkait

RAPAT PAKEM— Kasi Intel Kejaksaan Negeri Padang Roni Saputra (tengah), foto bersama usai rapat Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Kegamaan  dalam Masyarakat (Pakem),

GAJAH MADA, METRO–Munculnya aliran kepercayaan yang ada saat ini, membuat sejumlah masyarakat resah. Selain itu, juga mengurangi nilai-nilai pancasila, Bhineka Tunggal Ika.

Menyikapi hal tersebut, Kasi Intel Kejaksaksaan Negeri (Kejari) Padang Roni Saputra mengatakan, aliran kepercayaan yang menyimpang seperti di Kota Garut, tentunya men­jadi perhatian bersama dan jangan sampai masuk ke Kota Padang.

“Kita Mengajak seluruh elemen, untuk dapat ber­sama-sama mencegah ali­ran kepercayaan yang ber­nama Negara Islam Indonesia (NII), maupun ali­ran lainnya yang me­nye­bar luas dan melakukan deteksi dini,” katanya saat melakukan rapat koordi­nasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Kegamaan  dalam Masya­rakat (Pakem) tahun 2021 bersama Kesbangpol, Pol­res, Dishub Kota Padang, Kemenag Padang, dan MUI, Rabu (13/10).

Sementara itu, Kepala Kasubag TU  Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang Zulfahmi, mendu­kung penuh upaya pence­gahan aliran kepercayaan yang menyimpang.

“Hal ini perlu dilakukan, karena jangan sampai nan­tinya menggerogoti iman generasi muda, sehingga merusak sendi sendi kei­manan dan pancasila,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Johansyah (Pasi In­tel Kodim 0312 Padang) me­ngatakan, pandangan­nya bahwa terkait aliran ke­per­cayaan masyarakat ini se­ring kali hanya men­jadi perhatian masyarakat kala­ngan menengah ke bawah.

“Kodim 0312 Padang mengajak serluruh elemen masyarakat untuk bersa­ma-sama memperhatikan aliran yang menyimpang. Salah satu cara mencegah aliran kepercayaan yang menyimpang yaitu dengan melakukan sosialisasi gu­na memberikan pengeta­huan kepada masyarakat akan bahaya dari aliran kepercayaan masyarakat yang tentu meresahkan dan mengganggu keterti­ban dan ketentraman ma­syarakat khususnya di Ko­ta Padang” katanya.

Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesa (MUI) Kota Padang Japeri, me­nyebut pihaknya berupaya me­lakukan koordinasi de­ngan para ulama dan tokoh ma­syarakat untuk ber­sama-sama mencegah dan mela­kukan deteksi dini terhadap adanya aliran kepercayaan menyimpang yang dapat meresahan masyarakat.

“Penanaman nilai-nilai agama dan juga pena­na­man nilai-nilai pancasila, serta kebhineka tunggal ika, merupakan penangkal pe­nyimpangan aliran ke­per­cayaan,” pungkasnya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top