Close

Waspada! Pembatas Jalan Kampuang Kalawi Sering Makan Korban, Dishub Pasang Rambu Lalulintas

SERUDUK PEMBATAS JALAN— Satu unit mobil menabrak atau menyeruduk pembatas jalan di Kampuang Kalawi, akibat pengendara yang tidak melihat adanya barrier atau pembatas jalan di kawasan tersebut. Senin (17/5), Dishub Padang sudah memasang rambu lalulintas atau penunjuk arah agar lebih terlihat oleh pengendara.

KALAWI, METRO
Kawasan Simpang Kalawi, tepatnya di depan Rezki Mart, sering terjadi kecelakaan dan banyak kendaraan roda empat yang menabrak barrier (pembatas) jalan yang dipasang di kawasan tersebut. Banyak pengemudi yang tidak mengetahui adanya pembatas tersebut.

Sebagai antisipasi jatuhnya korban lebih banyak lagi, kemarin, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang memasang rambu-rambu penunjuk jalan dengan memakai tiang panjang dengan spotlight di tiang rambu tersebut.

Informasi dihimpun POSMETRO di lokasi, terlihat petugas penerangan jalan umum (PJU) juga membenahi lampu jalan yang kerap mati. Kepala Dishub Kota Padang Dian Fakri, mengakui beberapa hari lalu memang kawasan Simpang Kalawai banyak kendaraan yang menabrak median pembatas jalan tersebut.

“Kendaraan yang menabrak median pembatas jembatan umumnya kendaraan luar Kota Padang.  Pengemudi tersebut umumnya melaju kencang dari arah Bypass menuju Ampang, memotong kendaraan lain dan menabarak pembatas jalan itu,” kata Dian Fakri, Senin (17/5).

Dishub Padang secara aturan telah  memasang rambu deliadiator/spot light di pembatas tersebut untuk memberi tanda bahwa ada pembatas jalan.

“Namun, spot light yang panjang tingginya kurang lebih 1 meter itu juga banyak yang ditabrak tidak terlihat oleh pengendara. Maka dari itu, Senin pagi kami memasang rambu lalu lintas arah jalan yang lebih tinggi dari sebelumnya dan diberi spot light agar tidak terjadi kecelakaan lagi di kawasan Simpang Kalawi tersebut,” katanya.

Dian juga mengimbau kepada pengendara dari luar Padang berhati-hati dan jangan main ngebut. “Perhatikan rambu-rambu lalulintas dan jangan ngebut berkendara,” imbaunya.

Sementara, pengamat transportasi Universitas Andalas Purnawan mengatakan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan ulang seperti ini perlu rambu tanda adanya pemisah di setiap ujung jalan ini, dan diperkuat dengan tiang beton pengaman.

“Biasanya Dishub sudah memasang rambu seperti itu dibeberapa barrier pemisah yang lain. Namun pada umumnya memakai jenis bahan yang mudah rusak dan tidak diperkuat dengan tiang beton pengaman,” ujarnya.

Dosen Fakultas Teknik Unanad itu melanjutkan, akibat bahan yang mudah rusak itu, berdampak sehingga tidak beberapa lama, rambu tersebut rusak dan lokasi itu. “Hal ini berbahaya pada saat lampu mati atau penerangan yang ada di lokasi tersebut kurang terang,” tandasnya.

Tabrak Pembatas Jalan
Minggu (16/5) malam, kecelakaan tunggal terjadi di depan Rezki Mart, akibat mobil menabrak pembatas jalan. Mobil menabrak pembatas jalan di ruas Kampuang Tanjuang- Kampuang Kalawi.

Menurut warga setempat, kecelakaan tunggal ini menjadi laka ke delapan dalam waktu lima malam terakhir. Tiga diantaranya terjadi di malam takbiran.

Sebagian besar korban laka tunggal ini merupakan warga luar Kota Padang yang tidak mengetahui adanya pembatas jalan karena ketiadaan lampu penerangan jalan.

Warga sekitar juga telah mencoba menghubungi Dinas Perhubungan Kota Padang agar dilakukan langkah terbaik, mencarikan solusi agar kecelakaan tunggal dapat ditekan sejak dini di kawasan Kampuang Tanjuang-Kampuang Kalawi ini.

Warga setempat pun berharap ada penambahan pembatas jalan hingga ke perempatan lampu merah Bypass-Kampung Lalang, menghindarkan laka tunggal kembali berulang. Termasuk didalamnya pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU). (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top