Close

Waspada, Komplotan Pencuri Sapi Beraksi di Sijunjung, Seekor Dibawa Kabur, Dua Ekor Ditinggal Mati, Pelakunya masih Berkeliaran

PENCURI SAPI— Kondisi sapi milik warga di Jorong Kampung Baru, Kabupaten Sijunjung ditinggal dalam kondisi mati usai disembelih oleh komplotan pencuri ternak. Sedangkan satu ekor sudah berhasil dibawa kabur pelaku.

SIJUNJUNG, METRO–Tiga ekor sapi milik warga Jorong Kampung Baru, Nagari Palaluar, Ke­camatan Koto VII, Sijunjung disembelih hingga mati oleh komplotan pelaku pencurian ternak, Selasa (7/6). Namun, hanya satu ekor sapi yang behasil dibawa kabur oleh komplotan tersebut.

Sedangkan dua ekor sapi yang sudah disembelih, ditinggal begitu saja di luar kandang dalam kondisi sudah mati. Sapi yang ditinggal, salah satunya masih utuh, se­dang­kan yang satunya lagi sudah tidak utuh, karena bagian bagian kaki dan paha belakang diambil oleh pelaku.

Aksi komplotan pencurian ternak itupun sontak saja membuat masyarakat di Kabupaten Sijunjung yang memiliki hewan ternak sapi dibuat resah dan takut akan menjadi korban juga. Apalagi, komplotan tersebut masih berkeliaran karena belum ditangkap oleh Polisi.

Kapolsek Koto VII AKP Alminazri melalui Kasubag Humas Polres Sijunjung AKP Nasrul Nurdin membenarkan kejadian itu, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian setelah mendapat laporan dari pemiliki sapi yang menjadi komplotan pencuri ternak.

“Diketahuinya adanya aksi pencurian ternak itu pada pukul pukul 08.00 WIB. Para pelaku berhasil me­nyem­belih tiga ekor sapi dengan rincian dua ekor sapi jantan dan satu ekor sapi betina. Namun yang berhasil dibawa hanya satu ekor sapi, sedangkan dua ekor lainnya ditinggal da­lam keadaan sudah disembelih,” tuturnya.

Dijelaskannya, pencurian ternak di Nagari Palaluar tersebut diketahui saat rekan korban bernama Ropis (22) warga setempat hendak memberi makan sapi miliknya dan kemudian melihat kandang sapi milik Ali (45) sudah dalam keadaan terbuka. Sedangkan sapi tidak ada lagi di dalam kandang.

“Melihat hal itu, saksi langsung menghubungi korban dan mengatakan tiga ekor sapi sudah tidak di kandang. Kemudian korban bersama warga setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kandang,” tutur AKP Nasrul Nurdin.

Dikatakan AKP Nasrul, sapi pertama ditemukan masih dalam keadaan utuh tapi sudah disembelih, kemungkinan pelaku tidak berhasil memotong badan sapi. Sapi kedua hanya bagian kaki dan paha belakang yang diambil, dan sapi ketiga berhasil diangkut pelaku. Karena terdapat jejak bekas pemotongan di lokasi.

“Saat beraksi, diduga pelaku sengaja memisahkan tiga ekor sapi. Pasalnya, sapi yang disembelih pelaku ditemukan pa­da lokasi yang berbeda, tidak satu titik saja,” katanya.

Hingga kini, ditegaskan AKP Nasrul, pihaknya ma­sih mengumpulkan informasi dan sejumlah barang bukti untuk mencari jejak pelaku yang diduga merupakan kawanan.

“Dari data yang kita dapat di lapangan, para pelaku merupakan kom­plotan dan bisa dibilang spesialis pencurian ternak. Hal itu terlihat dari jejak dan modus yang dilakukan saat mengeksekusi sapi tersebut,” terangnya.

AKP Nasrul menuturkan, atas kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp40 juta. Terkait kejadian ini, pihaknya me­ng­imbau agar masyarakat meningkatkan kewaspada­an terhadap kasus pencurian ternak, terutama menjelang lebaran Idul Adha.

“Terutama menjelang lebaran Idul Adha, kasus pencurian ternak ini sangat rawan. Apalagi saat ini harga daging yang tinggi, kita imbau masyarakat waspada dan lebih berhati-hati agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” tambahnya. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top