Menu

Waspada Cacar Monyet atau Monkeypox, Dinkes Awasi Kedatangan Penumpang di BIM

  Dibaca : 71 kali
Waspada Cacar Monyet atau Monkeypox, Dinkes Awasi Kedatangan Penumpang di BIM
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JATI, METRO – Beberapa hari ini, jagad media sosial dihebohkan soal virus yang menyebabkan cacar monyet (Monkeypox) di Singapura. Cacar monyet ini berbeda dengan cacar air, cara penularannya pun berbeda. Bahkan saat ini di Batam, 1 orang positif, dan 23 orang dikarantina akibat penularan monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Merry Yuliesday mengatakan, pihaknya tengah mewaspadai penularan cacar monyet. Sesuai surat edaran Kemenkes, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan fasilitasi kesehatan.

“Hal ini kita lakukan untuk tindakan pengendalian dan pencegahan terjadinya penularan penyebaran virus tersebut. Kita dan sarana pelayanan kesehatan tetap waspada dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Merry saat dihubungi, Rabu (15/5).

Merry menjelaskan, cacar monyet yang disebabkan oleh virus monkeypox termasuk ringan, namun bisa berakibat fatal. Penyebaran virus biasanya terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi. Seperti monyet dan tikus.

”Cacar air penularannya bisa melewati udara atau nafas. Sementara cacar monyet ditularkan dengan kontak cairan antara manusia dengan hewan,” jelas Merry.

Untuk terjadinya penularan dari manusia ke manusia, sebut Merry, sangat terbatas. Selain itu, kata dia, monkeypox atau cacar monyet ini merupakan penyakit langka. Dimana penularannya terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan darah, cairan tubuh atau luka hewan yang terinfeksi.

Tetapi sejauh ini, lanjut Merry, pihaknya sama sekali belum menemukan kasus cacar monyet masuk ke wilayah Sumbar. Namun, dia mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Singapura agar menjauhi sumber penyebarannya.

”Kewaspadaan kita tingkatkan di BIM yang menjadi lalu lintas orang asing. Ada pemeriksaan suhu bagi penumpang yang dari luar negeri. Kita di Dinkes jika ada kasus langsung melapor ke Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,” terang Merry.

Di sisi lain, Merry menyebutkan, kasus monkeypox sempat marak terjadi pada 2017 di Central African Republik, Democratic Republic of Congo, Liberi, Nigeri, Republic of Congo, dan Sierra Leone. Penularan penyakit tersebut berasal dari hewan ke manusia dengan bentuk mirip cacar pada manusia.

”Jadi batasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang terinfeksi dan ketika merawat orang yang sakit, serta menjalani perilaku hidup bersih dan sehat,” saran Merrry.

Untuk diketahui, penyakit monkeypox atau cacar monyet telah terkonfirmasi menyebar di wilayah Singapura, Rabu (8/5). Penyakit monkeypox atau cacar monyet ini pertama diketahui setelah Pemerintah Singapura menemukan seorang warga yang positif tertular oleh warga negara Nigeria berusia 38 tahun.

Selain dengan penderita penyebaran virus biasanya terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, seperti tikus, melalui perburuan dan konsumsi bushmeat. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional