Close

Waspada, 72 Hewan Positif Rabies

grafis padang rabies -posmetroweb
RASUNA SAID, METRO–Ternyata, tidak hanya anjing yang sebagai penular virus rabies di Sumbar, tapi kucing juga bisa menularkan rabies kepada manusia. Berbeda dengan anjing, rabies yang ditularkan oleh kucing melalui cakarnya. Untuk itu warga diminta tetap waspada dengan hewan peliharaan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sumbar M Kamil menjelaskan, rabies tidak hanya bisa melalui gigitan anjing, tapi juga bisa melalui kucing. Penularan rabies pada hewan kucing berbeda dengan penularan melalui anjing. Jika pada anjing, rebies ditulari melalui gigitan, sementara kucing menularkan rabies melalui cakar.

Sedangkan cara mengenali ciri-ciri kucing yang positif rabies, dan apa perbedaannya dengan anjing yang positif rabies, sangat jauh berbeda. Anjing yang terkena rabies, bisa dikenali dari perilakunya seperti tiba-tiba galak dan mengeluarkan air liur. Tapi jika kucing yang positif rabies, perilakunya lebih tenang namun banyak menyendiri, dan tidak mengenali pemiliknya.

”Biasanya jika kucing yang menyendiri itu, apabila diusik ia akan melawan. Cara perlawanannya itu dengan mencakar sesuatu yang menurutnya menjadi ancaman. Nah, siapa yang terkena cakrannya itu, bisa dipastikan bakal terkena rabies,” paparnya, Senin (28/9).

Ia menyarankan, untuk mengantisipasi terserangnya hewan dari rabies harus diberi vaksin. Untuk hewan yang baru pertama kali diberikan vaksinisasi, 3 bulan sesudah divaksinisasi, untuk selanjutnya vaksinisasinya diberikan sekali 1 tahun.

Untuk itu, ia menghimbau kepada warga yang memiliki hewan peliharaan, baik itu anjing atau kucing, agar memberikan vaksinisasi secara teratur. Vaksinisasi tersebut tersedia disetiap rumah kesehatan hewan. ”Jika sayang terhadap hewan peliharaan, saya imbau untuk lakukan vaksinisasi. Karena penularan rabies itu tidak bisa diketahui,” harapnya.

Berdasarkan data-data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, khusus di Sumbar ada sebanyak 72 hewan yang positif rabies, dari yang tercatat sejak awal tahun hingga Agustus 2015 ini. Di antara 72 hewan tersebut, 65 ekor merupakan anjing, sisanya 7 hewan lagi, tergabung dalam hewan kucing, kera, dan musang.

Korbannya sendiri rata-rata kebanyakan dari anak-anak, karena yang sering bermain dengan kucing itu anak-anak. Ia mengakui meski angka khusus kucing yang positif rabies lebih rendah, tetapi hal tersebut perlu untuk diwaspadai, karena masyarakat di Sumbar banyak yang memelihara dan menyukai kucing.

Sebelumnya, Data Dinas Kesehatan Sumbar,  lima orang dari 2.601 kasus gigitan anjing meninggal dunia. Untuk itu masyarakat diharapkan tetap waspada dengan kasus rabies. Kasus gigitan anjing yang telah merenggut nyawa yakni di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok dan Kabupaten Sijunjung.

Terpisah, Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sumbar dr Irene mengatakan, lima warga yang meninggal dunia akibat digigit anjing masing-masing dua orang di Kabupaten Pesisir Selatan, dua orang di Kabupaten Solok dan satu orang, di Kabupaten Sijunjung. ”Kasus itu terjadi sejak Januari hingga Agustus 2015,” kata Irene.

Irene mengatakan, Sumbar termasuk provinsi endemis rabies dengan jumlah kasus yang mengkhawatirkan. Sehingga diperlukan antisipasi dan kesadaran warga untuk menghindari rabies. Disebutkan, kasus rabies terjadi lebih dominan pada anak-anak. Lebih dari 50 persen kasus rabies terjadi pada anak-anak dan lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia diakibatkan gigitan anjing.

Untuk mencegah rabies, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan menvaksin anjing, karena vaksinasi lebih dari 70 persen populasi anjing akan menghilangkan kasus rabies pada manusia.

Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 September 2015 kemarin, Dinas Kesehatan Sumbar akan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait. Rakor yang akan dilaksanakan tanggal 30 September 2015 mendatang, dengan agenda membahas bagaimana menangani rabies.

”Kita juga menyarankan warga yang mempunyai hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera agar diberi vaksin. Sementara untuk anjing liar ditertibkan,” ujarnya. (da)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top