Menu

Warung Makan dan Restoran Diminta Tutup Siang Hari

  Dibaca : 63 kali
Warung Makan dan Restoran Diminta Tutup Siang Hari
Ilham Maulana, Wakil Ketua DPRD Kota Padang

SAWAHAN, METRO
Tidak semua warung makan atau restoran tutup selama bulan Ramadan. Beberapa warung makan diketahui tetap beroperasi untuk menyediakan sajian bagi mereka yang tidak berpuasa.

Meski demikian, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Ilham Maulana meminta kepada Wali Kota Padang Hendri Septa untuk menutup warung dan rumah makan selama Ramadhan 1442 H di siang hari. Hal itu sebagai bentuk saling menghormati kepada mereka yang tengah berpuasa.

Apabila masih ada yang buka, wajib memasang spanduk “Khusus Melayani Non Muslim”. “Resto dan rumah makan yang beroperasi siang bolong mesti dipasang label untuk non muslim, agar warga yang berpuasa mengetahui dan keresahan akibat kebebasan dibolehkan buka tak muncul,” ujar kader Demokrat ini, Kamia (8/4).

Saat ini, membuka warung makan di siang hari saat bulan puasa masih menjadi perdebatan. Hal itu tak bisa mutlak dikatakan haram, tapi juga tak bisa diperbolehkan begitu saja.

Ia mengatakan, petugas Satpol PP Kota Padang harus ikut mengawasi di lapangan. Jika masih bandel, segel dan tutup warung rumah makan tersebut. “Kita minta Pemko Padang bertegas-bertegas dalam persoalan ini. Jangan tebang pilih aparat dalam memberikan sanksi,” paparnya.

Selain itu, kepada pelaku usaha rumah makan, diminta untuk mentaati aturan dan menghormati umat Islam yang sedang beribadah puasa. “Jika ingin buka juga, tutup rapat tempat usahanya dan jangan lepas saja. Hormati umat Islam yang berpuasa,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, bagi rumah makan atau restoran yang akan buka lebih baik di bawah jam 15.00 WIB. Ini untuk melayani menu untuk berbuka puasa.

Kemudian untuk tempat hiburan juga. Ia mengungkapkan agar tutup selama bulan Ramadhan. Sehingga tidak menganggu masyarakat yang tengah ibadah puasa dan tidak menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, lokasi wisata pemandian juga harus ditutup Pemko. Apalagi corona masih ada dan jika buka kerumunan akan terjadi. Bagusnya balimau di rumah saja, tertutup dan tak satupun khalayak ramai lihat aurat.

“Anjuran balimau dalam Islam tidak ada,” ucap Ketua DPC Demokrat Padang ini. Selama menjalani ibadah di bulan Ramadhan, warga diminta taati aturan yakni terapkan protokol kesehatan (prokes), sehingga mata rantai virus corona terputus. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional