Menu

Warganya Terlilit Hutang, Bupati Ajak Perang Lawan Rentenir

  Dibaca : 441 kali
Warganya Terlilit Hutang, Bupati Ajak Perang Lawan Rentenir
Pimpin— Bupati Eka Putra saat memimpin Rakor mengangkat 3 isu strategis di Kabupaten Tanah Datar beberapa waktu lalu.

TANAHDATAR, METRO
Bupati Eka Putra didampingi Wakil Bupati Richi Aprian pimpin rapat koordinasi dengan kepala perangkat daerah se-Kabupaten Tanah Datar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, baru baru ini.

Rakor perdana ini mengangkat 3 isu strategis yakni perencanaan pembangunan dan recovery ekonomi, pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah serta penanganan Covid-19. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah, Kepala Badan Keuangan Daerah Adrion Nurdal dan Kepala Pelaksana BPBD Thamrin memaparkannya sesuai tugas dan fungsi. Selain itu juga turut hadir Sekda Irwandi sebagai moderator, staf ahli, asisten dan kabag di lingkup sekretariat daerah, kepala perangkat daerah, camat, Direktur PDAM Tirta Alami dan Direktur Perusahaan Daerah Tuah Sepakat

Dalam arahannya, Eka Putra mengajak perangkat daerah bersama-sama bekerja keras menwujudkan visi dan misi yang sudah dicanangkan. “Mari kita bekerja semakin keras dan tingkatkan kerjasama dan koordinasi di tengah kondisi yang serba sulit akibat pandemi Covid-19,” ajaknya.

Dalam kegiatan Rakor tersebut, Bupati yang baru menjabat selama sepekan ini juga berbagi cerita bagaimana Ia bertemu dengan salah seorang warganya yang terlilit hutang lewat rentenir.

“Saya terenyuh melihat kondisi satu keluarga yang terlilit utang dari rentenir, untuk yang akan dimakan saja tidak ada lagi dan sekarang malah dikejar-kejar oleh rentenir menagih hutangnya,”ungkap Eka Putra sambil meneteskan air mata mengenang pertemuannya dengan warganya tersebut.

Untuk itu, bersama dengan wakil Bupati Tanah Datar, dirinya berjanji akan memimpin perlawanan terhadap rentenir di wilayah yang dipimpinnya tersebut.

“Kepada OPD terkait, mohon bantu kami, siapkan formula untuk mengatasinya. Seperti saya sampaikan di atas, siapkan datanya, cari aturannya, diskusi dengan daerah yang sudah berhasil melakukannya. Setelah itu, siapkan instrumen, seperti koperasi syariah di nagari-nagari, pinjaman lunak tanpa agunan melalui bank, siapkan regulasinya. Kita harus sungguh-sungguh mengatasi ini. Niatkan untuk ibadah. Semoga jika ini berhasil, menjadi amal jariyah untuk kita” tuturnya lagi.

Senada dengan itu Wabup Richi Aprian berharap antar perangkat daerah agar menghilangkan ego sektoral dan saat sekarang sudah dalam satu bendera.

“Pelayanan publik harus ditingkatkan, masalah perizinan juga harus juga perhatikan dan yang juga terpenting penanggulangan kemiskinan di Tanah Datar harus jelas, terukur dan terarah progamnya,” pesannya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional