Menu

Warganet Keluhkan Kondisi Jalan Kebun Jati

  Dibaca : 385 kali
Warganet Keluhkan Kondisi Jalan Kebun Jati
RUSAK PARAH-- Saluran air di ruas jalan di daerah Kebun Jati Kelurahan Lobang Panjang Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto mengalami rusak parah karena sudah mengalami patah-patah.

SAWAHLUNTO, METRO–Viral beberapa hari ini di media sosial Facebook, mengenai keluhan war­ganet Sawahlunto terkait proyek jalan di daerah Kebun Jati Kelurahan Lo­bang Panjang Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto cukup memprihatinkan. Di mana di bawah jalan ter­sebut dibuat saluran air yang saat ini kondisinya usai Idul Fitri 1442 H  me­ngalami rusak parah dan patah-patah.

Seperti yang tertulis di akun Facebook Andi Pera­bot yang berkeluh kesah menyebutkan bahwa baru hitungan bulan kok seperti ini, sudah dikonfirmasi belum ada respon, mohon ditindak lanjuti, kadang jadi tempat bermain bagi a­nak-anak takut ada korban lagi, lokasi lubang panjang bawah.

Lain halnya akun Face­book Andrio An yang juga menyesalkan, “ Nasib Sawahlunto, haruskah se­mua proyek bernasib se­perti ini, belum genap setahun sudah seperti ini,” tulis Andrio.

Berdasarkan pantauan koran ini ke lokasi jalan Kebun Jati tersebut pada pukul 10.00 WIB, Kamis (3/6) ditemukan bahwa salu­ran air memang sudah pada patah ditambah da­sar dari saluran air juga rusak dan retak. Tetapi pada lokasi jalan tersebut sudah ada pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut dan juga pihak PUPR Sawahlunto, yang sedang meninjau lokasi saluran air yang rusak parah itu.

Dari pihak rekanan atas nama CV Darlio Putra yaitu Dori Defrimon se­bagai kontraktornya me­ngatakan, bahwa pihak­nya bersedia bertang­gung jawab dalam mela­kukan perbaikan saluran air yang rusak parah ini. “Kedatangan kami saat ini untuk langsung mem­per­baiki saluran air ini. Di mana fisik bangunan su­dah patah dan rusak pa­rah. Kami mulai hari ini perbaikannya, ditambah lagi ini masih masuk tang­gung jawab kami sebagai rekanan sampai 7 Juni 2021, namun meski lewat dari tanggal pemeliharaan yang telah ditentukan pe­ngerjaannya tetap akan kami selesaikan,” ujar Dori.

Menurut Kasi Peme­liharaan Abadi Palusia ST yang meninjau proyek saluran air tersebut me­nyebutkan, memang ma­sih dalam pemeliharaan pihak rekanan. “Panjang saluran yang rusak sekitar 20 meter dengan tinggi yang bervariasi di mana bagian pangkal sekitar 1,2 meter dan ujung saluran sekitar 50 cm sampai 1 meter dan lebar saluran air 1 meter,” ujar Abadi.

Kuasa Pengguna Angg­aran (KPA) Maizir ST yang juga merupakan Ka­bid Bina Marga PUPR Sa­wah­lunto akan melan­jutkan investigasi lebih lanjut di ruang kerjanya, Kamis (3/6). Menurut Mai­zir proyek tersebut di­kerjakan mulai Agustus 2020 dan selesai bulan Desember 2020 lang­sung dilaksanakan serah terima pada bulan tersebut. Wak­tu pe­meli­haraan mulai Januari 2021, dengan lama pemeliha­raan selama ku­rang lebih 6 bulan. Dikerjakan oleh CV. Darlio Putra, nilai Pagu awal Rp. 1,2 miliar dan nilai kontrak Rp 1, 01 miliar.

Maizir mengaku pada saat serah terima atau PAO saluran air dalam kondisi baik, dia menampik kalau proyek ini asal jadi, bahkan ketika tim BPK datang pada Maret 2021 untuk mengunjungi proyek tersebut tidak ada ter­dapat kerusakan dan retak pada saluran air.

 “Proyek ini satu-satu­nya yang dikerjakan pada tahun 2021, sebab terkait dengan Covid 19, jadi menjadi perhatian penuh dari pihak kita. Latar be­lakang dari tanah yang menjadi dasar dari jalan dan saluran air ini adalah tanah timbunan sehingga dengan tinggi curah hujan yang melanda Sawahlunto pra dan pasca lebaran membuat terjadinya pege­seran tanah sehingga ke­tidak labilan tanah ter­sebut membuat bangunan saluran air ini rusak, na­mun pihak rekanan cepat tanggap dan langsung mem­perbaiki kerusakan yang terjadi,” ujarnya. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional