Menu

Warga Tolak Pembangunan Kantor Lurah

  Dibaca : 789 kali
Warga Tolak Pembangunan Kantor Lurah
BENTANGKAN SPANDUK— Puluhan warga Komplek Kampung Baru Indah berkumpul di lapangan dan membentangkan spanduk penolakan pembangunan kantor lurah.

LUBEG, METRO
Ratusan warga Komplek Kampung Baru Indah, RT 01/RW 04, Kelurahan Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) menolak pembangunan kantor lurah yang memakai lapangan olahraga dan tempat evakuasi. Warga meminta Pemko Padang untuk mencari tempat lain untuk membangun kantor lurah tersebut.

“Tolong jangan pakai lapangan olahraga kami untuk membangun kantor lurah. Carilah tempat lain. Karena hanya lapangan ini yang kami punya untuk berolahraga setiap sorenya,” sebut salah seorang warga, Tomi (50), kepada koran ini Minggu (23/2).

Ia berharap, Pemko Padang lebih bijak dan tidak memaksakan kehendaknya. Karena selain sebagai tempat olahraga setiap sorenya, lapangan dengan luas 630 m2 itu juga sering digunakan warga untuk tempat pesta. Selain itu, lokasi itu juga tempat evakuasi saat terjadi gempa.

“Lapangan ini sangat penting bagi kami. Kami tidak akan biarkan Pemko Padang mengambilnya dan menjadikannya kantor lurah. Karena tanah lapangan ini dibeli dengan uang kami. Bukan Pemko yang beli,” sebut Tomi yang kemudian diiyakan pula oleh ratusan warga lainnya.

Sebelumnya, terang dia, warga telah suka rela membiarkan tanah fasilitas umum (fasum) yang juga ada di samping lapangan itu untuk dijadikan Puskesmas Pembantu. Sekarang Pemko mau menghabisi semua semua tanah fasum yang ada untuk membangun kantor lurah.

“Pemko diharapkan mencari lokasi lain yang tidak merugikan masyarakat. Tolong jangan diambil lagi. Tanah lain kan ada. Kenapa pula harus pada tanah yang sedikit ini,” tandasnya.

Warga lainnya Sudarmono (55) juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya Pemko terlalu “jahat” jika tetap ngotot mengeksekusi tanah fasum warga kompek untuk dibangunkan kantor lurah Kampung Baru Nan XX. Sebab sampai kapan pun ratusan warga yang tinggal di sana akan tetap menolaknya.

“Tolong, jangan paksakan kehendak pada kami. Cuma lapangan ini satu-satunya yang kami punya untuk berolahraga bagi anak-anak kami setiap sore,” tandas Sudarmono.

Sebelumnya, kata Sudarmono, salah seorang tokoh masyarakat setempat telah menawarkan tanahnya untuk dihibahkan kepada Pemko Padang untuk dibangunkan kantor lurah Kampung Baru. Ia berharap Pemko segera mengambil sikap dan menerima hibah tersebut sehingga warga komplek tidak kehilangan sarana olahraga dan rempat evakuasi mereka.

Asisten I Bidang Pemerintahan Pemko Padang, Edi Hasymi mengatakan, bahwa keberadaan tanah fasum disuatu tempat digunakan untuk kepentingan publik. Termasuk kantor lurah. Persoalan warga membutuhkannya sebagai lapangan olahraga, nantinya sebut Edi, akan ada pembagian khusus untuk sarana olahraga.

“Kantor lurah itu dibangun untuk kepentingan masyarakat juga. Nanti bakal dibagi-bagi facenya,” sebut Edi.

Camat Lubeg, Wilman Muchtar mengatakan, bahwa itu merupakan tanah pemerintah dan akan tetap dibangun kantor lurah. Soalnya saat ini kantor lurah Kampung Baru masih menumpang di kantor pemuda.

“Tanah yang kita punya cuma itu. Jadi mau tak mau harus dibangun di sana,” sebut Wilman.

Wilman mengungkapkan, sebelumnya masyarakat telah diundang dalam berbagai rapat pembahasan. Namun warga tak hadir. Terkait adanya sumbangan tanah hibah dari salah seorang tokoh masyarakat setempat, diakuinya memang ada. Namun membutuhkan proses yang panjang dan lama serta butuh biaya.

“Itu harus dikapling dulu, dimasukan lagi dalam RPJMD. Prosesnya jadi lama. Makanya, kalau yang cepat, kita pakai tanah fasum saja,” katanya.
Ia menyebutkan, rencananya pembangunan akan dimulai pada 5 Maret 2020 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Seperti yang diketahui, sebelumnya lokasi kantor lurah kampung baru meminjam tanah salah seorang warga yang ada dikomplek tersebut.

Saat ini warga yang punya tanah hendak menjualnya. Sehingga kantor lurah terpaksa dipindahkan ke kantor pemuda. Karena statusnya juga menumpang di sana, sehingga tak bisa berlama-lama, Pemko berencana mengambil lapangan olahraga warga itu untuk dijadikan kantor lurah. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional