Menu

Warga Temukan Satwa Langka Binturong (Arctictis Binturong) di Kebun Masyarakat

  Dibaca : 147 kali
Warga Temukan Satwa Langka Binturong (Arctictis Binturong) di Kebun Masyarakat
SATWA LANGKA— Warga Pasa Durian, Nagari Kampung Pinang Lubuk Basung menemukan satwa langka jenis Binturong (Arctictis Binturong) di kebun milik warga.

AGAM, METRO
Warga Jorong Pasa Durian, Nagari Kampung Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, heboh menyusul ditemukan satwa langka yang dilindungi jenis Binturong (Arctictis Binturong) di kebun milik warga di Jorong Pasa Durian Nagari Kampung Pinang, Selasa (27/10). Pengendali Ekosistim Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, pihaknya mendapat laporan penemuan hewan langka sekitar pukul 19.00 WIB. “Warga sekitar sempat heboh karena menyangka satwa tersebut adalah beruang, jadi karena khawatir satwa tersebut akan semakin buas dan membahayakan warga, Camat Lubuk Basung, Harmezi melapor ke BKSDA Agam,” ujar Ade, Rabu (28/10).

Merespon laporan tersebut, ujar Ade, BKSDA resor Agam mendatangi lokasi guna melakukan identifikasi jenis satwa termasuk langka yang dilindungi tersebut. Dikatakan, hasil identifikasi diketahui satwa tersebut adalah Binturong (Arctictis Binturong).

“Bintorung berjenis kelamin betina, usia 4 tahun, dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 130 cm dan berat 15 kilogram,” sebut Ade.

Dijelaskan Ade, Binturong adalah jenis satwa mamalia dari keluarga musang yang memiliki ekor panjang dan tubuh yang besar. Panjang tubuhnya mencapai 60 cm hingga 95 cm, serta panjang ekor mencapai 50 hingga 90 cm. Berat binturung antara 6 kg sampai 14 kg, bahkan hingga mencapai 20 kg. “Bulu atau rambut binturong panjang dan kasar dengan warna hitam kecokelatan disertai taburan uban keputih-putihan atau kemerahan merupakan salahsatu pembeda dengan musang,” jelas Ade.

Binturong merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Binturong termasuk hewan arboreal dan terestrial. Dikatakan Ade, Binturong mempunyai beberapa ciri khas, seperti ekor yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima untuk berpegangan pada dahan-dahan pohon, serta memiliki organ berupa penis palsu (pseudo-penis) pada Binturong betina.

Sesuai dengan Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Binturong termasuk ke dalam jenis satwa dilindungi. “Saat ini satwa Binturong tersebut telah dilepasliarkan BKSDA di dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau setelah dipastikan kondisinya sehat dan layak untuk dikembalikan ke habitatnya,” jelas Ade. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional