Menu

Warga Resah Kambing Mati dengan Penuh Luka Robek, Diduga Mati Dicabik-cabik Beruang

  Dibaca : 114 kali
Warga Resah Kambing Mati dengan Penuh Luka Robek, Diduga Mati Dicabik-cabik Beruang
MATI TERCABIK-CABIK— Tiga ekor kambing warga Palembayan ditemukan mati dengan kondisi memprihatikan karena penuh luka.

AGAM, METRO
Masyarakat resah menyusul ditemukan, tiga ekor kambing milik warga Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, ditemukan mati dengan berbagai luka pada bagian tubuhnya. Dugaan sementara ternak tersebut mati diterkam satwa liar. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, dua warga di Palembayan menemukan ternak miliknya mati dengan mengalami dari sejumlah tubuh binatang peliharaan tersebut, Minggu (15/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Disebutkan, dua ekor kambing milik Mardofi mati dalam kondisi tercabik-cabik dan luka. Sedangkan satu ekor lagi kambing milik M. Rayidin ditemukan luka pada bagian kaki, dan akhirnya disembelih oleh pemliknya. “Lalu kami mendapatkan laporan dari wali Nagari Sipinang pada hari Senin (17/11), yang pada saat itu kami juga sedang menangani konflik satwa beruang di Kelok 42 Nagari Matua Mudiak,” ujar Ade, Rabu (18/11)

Tim BKSDA bersama aparat pemerintah nagari setempat dan pemilik ternak baru dapat mendatangi lokasi kejadian pada hari, Selasa (17/11). Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, tukas Ade, pihaknya belum mendapatkan kesimpulan dugaan jenis satwa liar yang menyerang ternak warga. Pasalnya, jejak satwa sudah tidak terlihat di sekitar lokasi kejadian akibat tersapu hujan deras pada malam sebelumnya. “Namun kami memastikan satwa yang menyerang ternak warga bukanlah Harimau Sumatera. Hal ini disimpulkan dengan melihat dan mempedomani kerusakan pada kandang dan foto luka pada ternak,” ujar Ade.

Ditambahkannya, BKSDA akan melanjutkan identifikasi dan pemantauan pada hari Rabu (18/11) ini dengan memperluas areal pemantauan radius dua kilometer.“Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tanda-tanda keberadaan satwa seperti jejak, cakaran, kotoran dan arah pergerakan lintasan satwa,” beber Ade.

Diketahui, pada tahun 2017 lalu, di Nagari Sipinang juga terjadi serangan satwa liar terhadap ternak kerbau milik warga mengalami luak yang sama dengan kondisi seperti sekarang. Tiga ekor kerbau ditemukan terluka parah dan selanjutnya disembelih oleh pemiliknya. Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau warga setempat untuk mengamankan ternaknya ke dalam kandang dan berhati-hati ketika beraktivitas di kebun dan sawah. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional