Close

Warga Pasar Kubang Keluhkan Bantuan Bibit Ayam Jantan Pedaging

BIBIT AYAM— Paket bantuan ayam yang diberikan oleh Pemdes Pasar Kubang kepada warga. Sebagian warga banyak yang kecewa dengan paket bantuan ini.

SAWAHLUNTO, METRO–Warga Desa Pasar Ku­bang mengeluhkan bantuan bibit ayam jantan pedaging yang diberikan oleh Pemdes Pasar Kubang dari dana APBDes tahun 2021 tidak sesuai harapan. Sebagian besar warga penerima bantuan merasa dirugikan de­ng­an bantuan bibit ayam tersebut, karena setelah hampir masa panen jelang 3 bulan bobot ayam masih berada pada kisaran 6,5 ons sampai dengan 7 ons.

Menurut sebagian warga penerima bantuan setelah mendatangi kantor De­sa Pasar Kubang Selasa (14/9) siang untuk mempertanyakan dan mengungkapkan kekecewaannya kepada Kepala Desa Pasar Kubang dan Aparat Desa mengenai solusi dan tindak lanjut apa yang diberikan untuk bantuan bibit ayam ini.

Beberapa dari warga Desa yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan kekecewaan dan ke­rugian yang dialami akibat bantuan bibit ayam ini. Me­nurut mereka jangan sampai identitas mereka diungkapkan, sebab kami takut nantinya tidak lagi menerima bantuan lainnya kedepannya kalau menga­dukan perihal ini ke media.

”Tapi kalau tidak kami ungkap kami merasa ke­cewa dan dirugikan dengan bantuan ayam ini. Katanya bibit ayam ini merupakan ayam jantan pedaging MB 502 dengan masa panen 2,5 sampai 3 bulan. Bila masa panen berat ayam sudah mencapai 1 kg dan bisa dijual ke suplier/toke dengan harga Rp. 26 ribu/ekornya. Tapi bila tidak mencapai 1 kg tentu harga jual dibawah angka pembelian toke, sedangkan kondisinya saat ini sudah jelang bulan ketiga masa panen ayam peda­ging namun berat ayam masih kisaran 6,5 ons sampai 7 ons ditambah lagi kondisi pakan ternak yang di­berikan sudah habis tentu kami akan menambah biaya pembelian pakan untuk mencapai berat 1 kg tersebut,” ungkap warga.

Menurut warga bibit a­yam tersebut diberikan be­rupa paket kepada 50 warga dan masih ada 10 paket lagi yang belum diberikan. 1 paketnya senilai Rp

 2,3 juta per satu KK. Dalam 1 paket itu terdapat 100 ekor bibit ayam, ditambah 250 kg pakan ternak olahan dan vaksin ayam serta jamu ayam. Namun dalam perkembangan kedepannya proses dari bantuan ayam tersebut telah mengecewakan dan meru­gikan kami, sebab bobot ayam pedaging tersebut dibawah hasil panen seharusnya, dan pihak pe­nerima bantuan harus menambah biaya untuk pakan ternak agar sesuai target panen.

Kepala Desa Pasar Ku­bang Darmawan yang dihubungi Posmetro, Rabu (15/9) membantah bahwa bantuan tersebut merugikan pihak penerima bibit ayam. Menurutnya bantuan tersebut tujuannya untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

Anggaran bantuan ini berasal dari APBDes, 1 paket tersebut Rp. 2,3 juta per KK. Bantuan ayam ini dipe­roleh dengan berkerjasama dengan pihak suplier dari Sikalang, semuanya sudah kami serahkan ke suplier dalam pengurusan bantuan ayam ini, jenis pakan yang diberikan pakan racikan ditambah dengan vaksin dan jamu.

Menanggapi keluhan warga mengenai kondisi pakan ternak yang sudah habis, Darmawan menje­laskan sebenarnya kondisi di lapangan ada dari warga yang memberikan pakan ternak tersebut ke ternak ayam yang lain makanya tidak mencukupi sampai masa panen, makanya kondisi ayam tersebut tidak berkembang bobot berat badannya. Mengenai kedatangan warga ke Kantor Desa yang mengeluhkan perkembangan ayam tidak semestinya itu karena tidak sesuai prosedur. Pihak suplier pun mau membeli ayam tersebut dengan harga Rp27 per kg.

Kepala Bidang Peternakan Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Sa­wahlunto drh. Feri Oktaviandris menjelaskan secara teknis  masa panen ayam jantan pedaging adalah 2 sampai dengan 3 bulan deng­an bobot berat badan 1 kg sampai 2 kg.

Menurutnya ada 3 hal yang mempengaruhi per­kem­bangan bobot ayam yaitu, bibit, pakan, dan ma­na­jemen pemeliharaan. Bila ketiga hal tersebut baik maka ayam yang dihasilkan pun kualitasnya bagus.

Dijelaskannya perbedaan jenis pakan antara pakan racikan dan pakan pabrikan, kalau pakan racikan pengadukan bahannya tidak jelas berapa ukuran concentrat yang dimasukan, namun beda dengan pabrikan pada pakan pabrikan terdapat ukuran dari kandungan bahan pakan ternak tersebut. Yang mem­pengaruhi perkembangan bobot badan ayam adalah protein yang terkandung didalam pakan ternak, protein tersebut yang baik harus diatas 10 persen se­hing­ga cepat meanikan berat badan ayam. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top