Close

Warga Padanggelugur Sadar Vaksin, Tembus Angka 4.649 Orang Peserta

Walinagari Bahagia Padang Gelugur Amri Pasaribu.

PASAMAN, METRO–Kesadaran masya­rakat Nagari Bahagia Padang­gelugur, Kecamatan Pa­dang­gelugur, Kabupaten Pasaman, akan pentingnya vaksinasi Covid-19 terbilang cukup tinggi di daerah itu. Berdasarkan data dari Pemerintah Nagari Bahagia, warga yang sudah menjalani vaksinasi di da­erah tersebut mencapai 4.649 orang lebih, dari total target wajib vaksinasi sebanyak 5.437 orang, atau sekitar 85,5 persen.

Wali Nagari Bahagia, Amri Pasaribu mengapresiasi tingginya antusias masyarakat setempat terhadap program vaksin di nagari itu. Menurutnya, suksesnya program vaksinasi di nagari itu tidak terlepas dari kesadaran ma­sya­rakat dan kerja keras ba­nyak pihak.

“Sosialisasi secara door to door ke masya­ra­kat bahwa vak­sin itu benar be­nar halal dan aman, adalah kunci suksesnya. Selain itu, kesadaran ma­sya­rakat a­kan arti pentingnya vaksin Covid-19 di nagari ini sa­ngat tinggi,” jelas Amri.

“Kunci sukses lainnya, kita beri pehamanan kepada masyarakat bahwa yang butuh vaksin itu adalah masyarakat itu sendiri. Selain itu, kita memberikan contoh bahwa kita perangkat nagari, termasuk sa­ya (Wanag) su­dah divaksin terlebih dahulu,” kata dia.

Pada awalnya, kata Amri, nagari yang ia pimpinnya itu sudah dicap bah­­wa capaian vak­­si­nasinya tidak akan pernah mencapai target dari pe­merintah. Hal itu tidak terlepas dari karakter ma­sya­rakatnya yang dikenal keras dan kritis. “Pernah, pada awal-awal program vaksin ini mulai. Banyak yang bilang, bahwa nagari kita ini ren­dah capaiannya, tingkat ke­sa­daran warganya ku­rang­lah. Tapi, alhamdulillah, tudingan itu terbantahkan,” katanya.

Saat ini, kata dia, tingkat vaksunasi Covid-19 di nagari itu sudah mencapai 85,5 persen lebih. Capaian itu sudah melebihi target, yakni sebesar 70 persen dari warga yang wajib di­berikan vaksin. “Sisa warga wajib vaksin yang belum divaksin itu sekitar 788 orang lagi,” katanya.

Lanjut Amri, ada faktor penyebab ratusan warganya itu belum divaksin antara lain, tercatat sebagai warga di nagari itu, tetapi ia bekerja di luar daerah. Selain itu, tercatat sebagai warga di nagari itu tapi sekolah di luar. Selebihnya, tidak bisa divaksin karena lanjut usia (Lansia) dan memiliki penyakit kronis. (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top