Menu

Warga Padang yang Ditawan Perompak, Terakhir Kontak Bilang Sehat dan Segera Pulang

  Dibaca : 354 kali
Warga Padang yang Ditawan Perompak, Terakhir Kontak Bilang Sehat dan Segera Pulang
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri Acara Puncak Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sabtu (14/12). Foto: IST
Kedua orang tua, memperlihatkan foto anaknya yang di sandera oleh perompak ke sejumlah awak media dirumahnya. Ranggi

Kedua orang tua, memperlihatkan foto anaknya yang disandera oleh perompak ke sejumlah awak media dirumahnya di Kota Padang.

PADANG, METRO–Niat hati hendak membahagiakan kedua orang tua dan keluarga, namun apa daya langkahnya tertahan oleh perompak. Wendi Rakhadian (29), satu dari 12 orang ABK yang disandera oleh perompak di perairan Filipina ini pun juga harus mengubur asa untuk membuat orangtuanya tersenyum. Pria asal Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang ini juga belum diketahui nasibnya hingga sekarang.

Orangtua mana yang bathinnya tidak lintuah saat mengetahui anaknya menjadi korban penyanderaan. Ingin menangis, apa daya. Sampai sekarang, kondisi Wendi juga tidak jelas, apakah masih selamat atau tidak. Tapi, setidaknya telepon terakhir Wendi pada 23 Maret lalu mampu mengobati kegelisahan keluarga besarnya.

“Terakhir dia berkomunikasi dengan saya via telepon pada 23 Maret lalu. Saat itu, dia bilang kondisinya sehat,” papar Aidil (55), ayah kandung Wendi, kemarin.

Dia menyebut, Wendi memang sempat mengatakan niatnya untuk balik ke Padang, tapi itu bisa dilakukan pada bulan Mei ini. Selain itu, pria tamatan SMA 9 Padang ini pun berjanji kepada keluarganya akan pulang dalam kondisi sehat. “Ini saya yang membuat kami sedikit tenang, karena dia orangnya sangat menepati janji,” tutur Aidil.

Ditambahkan Aidil, anak sulung dari tujuh saudara itu mulai berlayar pada 15 Maret lalu dan katanya akan menuju ke Filipina. Pihak keluarga juga sama sekali tidak khawatir karena, dia sudah tiga kali ke sana. Aidil menambahkan, karena pekerjaannya itulah, Wendi mampu membantu mengangkat ekonomi keluarganya.

“Dia sangat membantu, apalagi untuk biaya adik-adiknya yang masih sekolah. Kami tidak larang, karena itu kemauan dia sendiri,” kenang Aidil diamini oleh ibunya, Asmizar (53).

Memang, sejak kecil Wendi dikenal sebagai seorang yang sangat gigih berusaha dan sangat pekerja keras. Apapun yang diinginkannya, pasti akan diupayakan sendiri dan jarang meminta bantuan yang lain. “Anaknya juga ulet dan pandai bergaul,” ucap Aidil.

Ditambahkannya, setelah tamat sekolah Wendi selalu mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang pelaut. Setelah dia dapat kerja di sebuah kapal yang ada di Kalimantan, adiknya pun ikut bekerja sebagai pelaut dan sekarang sedang mengurus sertifikat. “Kami selaku orang tua pastilah khawatir, tapi tidak bisa melarang karena itu adalah pilihan hidup yang harus ditempuhnya,” kata Aidil.

Begitu juga dengan Irwan (21), adik korban yang ketiga. Dia selalu ingat saat sang kakak selalu mengingatkannya untuk belajar serius. Bahkan, Wendi juga marah ketika Irwan tidak menyelesaikan studynya dengan baik. “Saat dia menelpon, yang pertama ditanya adalah bagaimana studi saya. Itu yang sangat saya ingat dari sosok uda,” papar Irwan.

Keluarga sendiri berharap, Wendi selamat dan sehat saja. Selain itu, keluarga juga berharap pemerintah mempercepat penyelesaian masalah itu, terutama dalam hal tebusan yang diminta oleh para perompak. (age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional