Close

Warga Padang Menangkan Gugatan Utang Negara Rp 62 Miliar, Peresiden Jokowi, Menkeu dan DPR RI Diperintah Membayar

SIDANG— Hardjanto Tutik memenangkan gugatan utang negara tahun 1950.

PADANG, METRO–Setelah delapan bulan lamanya bergulir, majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Padang akhirnya mengabulkan gugatan ke­luarga pengusaha rempah-rempah di Kota Padang bernama Hardjanto Tutik terkait penagihan utang negara sebesar Rp62 miliar.

Diketahui, utang tersebut diberikan oleh keluarga Lim Tjiang Poan yang merupakan ayah kandung dari Hardjanto Tutik pada tahun 1950 kepada Pemerintah RI atau di masa ke­pemimpinan Presiden pertama, Soekarno.

Dalam putusannya, ma­jelis hakim memerintahkan kepada Presiden RI dan Wakil Menteri Keuangan RI selaku tergugat, untuk membayar utang negara kepada penggugat.

“Memerintah tergugat I, tergugat II dan turut tergugat III, untuk membayar utang negara sebesar Rp80.300 kepada Hardjanto Tutik, yang dikonversikan kepada emas murni seberat 21 kg mas beserta bunga sebesar 42 kg mas,” kata hakim ketua sidang Ferry Hardiansyah, saat membacakan amar putusan, Rabu (7/9).

Menanggapi putusan majelis, Dr Amiziduhu Mendrofa yang merupakan kuasa hukum penggugat mengatakan, jika ditotalkan utang (pokok) ditambah bunga maka didapat utang yang harus dibayarkan negara sebanyak 63 kilogram emas murni atau sekitar Rp 62 miliar.

“Diharapkan setelah putusan tersebut, tergugat membayar utang  kepada klien saya berserta pokok yang nilainya Rp62 miliar sesuai dengan putusan majelis hakim,” ujarnya.

Menurutnya, dengan telah diputuskannya sidang tadi membuktikan bahwa tidak ada yang namanya utang itu kedaluwarsa.

“Mana ada utang yang kedaluwarsa. Seharusnya negara malah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada penggugat karena waktu itu telah menolong negara yang sedang kesulitan,” ucap Mendrofa.

Seperti diketahui, seorang warga Padang, Sumatera Barat, Hardjanto Tutik menggugat Presiden Joko Widodo terkait utang Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1950. Selain Presiden Joko Widodo, Har­djanto juga menggugat Menteri Keuangan dan DPR RI ke Pengadilan Negeri Padang.

Hardjanto merupakan anak kandung dari Lim Tjiang Poan, yang merupakan pengusaha rempah yang meminjamkan uang kepada Pemerintah Republik Indonesia tahun 1950 lalu.

Sebelum masuk ke da­lam sidang gugatan, PN Padang sudah memfasilitasi mediasi kedua pihak. Mediasi yang difasilitasi hakim Reza Himawan Pra­tama itu tidak menemui kesepakatan antara penggugat dengan tergugat. Tergugat Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan dan ikut tergugat DPR RI tidak bersedia membayar utang dengan jumlah Rp 62 miliar tersebut. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top