Menu

Warga Padang Dibunuh di Solok, Mayat Penuh Luka Tusukan

  Dibaca : 187 kali
Warga Padang Dibunuh di Solok, Mayat Penuh Luka Tusukan
IDENTIFIKASI— Petugas dan warga mengevakuasi dan mengidentifikasi jasad Delvi Busya (41) yang diduga dibunuh oleh seorang lelaki dalam sebuah perkelahian di Muaro Paneh, Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Polisi masih mencari keberadaan pelaku. (eriviko/posmetro)

SOLOK, METRO – Delvi Busyra (41) ditemukan tewas bersimbah darah di depan kincir air, kawasan Dusun Kincie, Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Selasa (14/5) sore. Dia diduga kalah “bertarung” dengan pria yang masih dicari keberadaannya.

Sebelum ditemukan tewas, korban yang tercatat sebagai warga Jalan Singgalang, Gunungpangilun, Padang Utara, Kota Padang itu terlihat terlibat perkelahian dengan seseorang yang diduga pelaku pembunuhan. Warga diduga takut melerai, karena melibatkan senjata tajam. Kini identitasnya sudah dikantongi petugas dan kini masih buron.

Dari informasi yang didapat terkait tewasnya Delvi Busyra, korban yang diketahui baru tinggal beberapa hari di Muaro Paneh itu menderita sejumlah luka tusukan di bagian leher dan kepala. Alumni SMAN 2 Padang angkatan 1996 ini ditemukan oleh warga sekitar dalam posisi terlentang dan tidak lagi bernyawa. Darah berserakan di sekitar korban.

Jasad korban yang akrab disapa Dev pertama kali ditemukan oleh warga bernama Zulhendra Eka Putra (40). Saksi menemukan korban dekat jenjang kincir air, pada pukul 16.30 WIB. Jasad korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, bersimbah darah dengan posisi miring ke sebelah kiri.

Melihat ada mayat, Eka memberitahu warga lainnya dan sekaligus melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Bukit Sundi. Dari situlah petugas bergerak untuk menyelidiki kasus dugaan perkelahian berujung maut ini.

Meski polisi belum memberitahukan siapa pelaku, namun dari informasi yang didapat koran ini, pelaku diduga berinisial Ft (30), warga Muara Paneh, Solok. Namun, sampai tadi malam, polisi masih belum bisa menangkap pelaku. Salah seorang rekan korban mengaku, kemungkinan perkelahian atau pembunuhan itu terjadi akibat utang piutang korban dan pelaku.

Petugas yang mendapatkan laporan dari warga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain memintai keterangan sejumlah saksi, petugas juga mengumpulkan barang bukti (BB) berupa pakaian milik koran serta sepotong besi runcing.

Dari keterangan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, saat ini petugas masih memburu pelaku yang kabur usai menghabisi nyawa korban. Namun dari pengembangan yang dilakukan petugas identitas pelaku sudah dikantongi.

Hingga kini petugas belum dapat mastikan motif di balik tewasnya korban. Namun kuat dugaan korban sempat telihat berkelahi dengan seseorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku.

“Kejadian itu terjadi begitu cepat di sore itu. Entah apa yang menyebabkan terjadinya percekcokan antara korban dan pelaku,” kata Kapolres.

Kuat dugaan antara pelaku dan korban saling kenal. Dalam perkelahian antara korban dan pelaku di depan kincir air tua itu berakhir setelah korban roboh bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan benda runcing. Melihat korban tak berdaya dan tergeletak bersimbah darah, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Dari hasil visum, didapati dibagian leher kanan korban terdapat tiga luka tusukan yang cukup dalam. Selain menderita luka tusukan di bagian leher, bagian dagu korban juga mengalami luka sobek,” katanya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional