Menu

Warga Padang Deklarasi Tolak LGBT, “Pelaku Diminta Bertobat”

  Dibaca : 72 kali
Warga Padang Deklarasi Tolak LGBT, “Pelaku Diminta Bertobat”
ANTI LGBT— Ribuan masyarakat melakukan deklarasi Tolak LGB (lesbian, gay, biseksual dan transeksual) di Kota Padang, Minggu (18/11).

PADANG, METRO – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen melakukan deklarasi Tolak LGB (lesbian, gay, biseksual dan transeksual) di Kota Padang dan Sumatera Barat umumnya. Berbagai bentuk protes dan penolakan pun tertulis di spanduk dan atribut yang dibawa oleh massa pada saat deklarasi.

Ada yang menilai kaum LGBT harus diusir dari Sumbar karena mereka bukanlah orang Minangkabau, dan keberadaan mereka dinilai bisa meracuni masyarakat.

Wali Kota Padang H Mahyeldi Ansharullah memimpin Deklarasi “Padang Bersih Maksiat” yang dilangsungkan di pelataran parkir GOR H Agus Salim, Minggu (18/11) pagi itu. Deklarasi dilakukan selain untuk membersihkan perilaku zina, LGBT juga memberantas narkoba, miras dan judi di Kota Padang.

Beberapa isi dari deklarasi adalah, pertama, mendukung langkah Pemko Padang menjadikan Kota Padang yang bersih dari maksiat seperti bersih dari perbuatan zina, LGBT, Narkoba, Miras dan lainnya. Diimbau kepada masyarakat, organisasi, lembaga pemerintah dan swasta serta perguruan tinggi agar tidak melakukan perbuatan yang berbau maksiat. Terakhir sepakat memelihara persatuan dan kesatuan serta menciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman serta bersih dari maksiat.

Berbagai elemen hadiri dan menyaksikan deklarasi mulai dari unsur Forkopimda Padang, Ketua LKAAM, Ketua KAN, Ketua Bundo Kanduang, serta seluruh organisasi masyarakat (Ormas) se-Kota Padang dan termasuk perwakilan lintas agama. Berbagai spanduk berisi kecaman terhadap pelaku maksiat pun bertebaran di lokasi.

”Mulai hari ini saya ingatkan siapa saja para pelaku maksiat agar segera bertobat. Dan para pembeking juga bertobatlah. Karena anda semua akan berhadapan dengan seluruh pihak dan masyarakat yang ada di daerah ini. Bukan hanya pemerintah daerah, tapi juga aparat keamanan,” tegas Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, para pelaku maksiat memang tak layak tinggal di Padang karena sesuai falsafah yang ada di bumi Minangkabau yakni Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Untuk mewujudkan Kota Padang bersih maksiat sejauh ini pemko melalui Sat Pol PP terus rutin melakukan razia dan pengawasan baik pagi dan malam hari yang juga didukung oleh jajaran kepolisian, TNI dan aparat terkait lainnya yang tergabung dalam Tim SK4.

Sementara untuk lebih masif lagi, dia pun akan menambah dan memperkuat personel Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) di 2019 mendatang. ”Sehingga dengan itu, semakin mendorong pembersihan maksiat dan berbagai perilaku menyimpang lainnya di Padang kota yang cintai ini,” cetus Wako.

Wako menyerukan Kota Padang dan disambut bersih maksiat oleh para hadirin itu. Lebih lanjut wako menambahkan, deklarasi ini sebetulnya adalah perjuangan semua unsur dan masyarakat Kota Padang.

”Insya Allah, dengan semangat Allahuakbar, Allah akan memberikan bantuan bagi kita semua. Mulai detik deklarasi ini berarti kita semua memiliki tanggung jawab moril dalam mencegah perbuatan maksiat, LGBT dan penyimpangan lainnya di kota ini,” serunya.

Deklarasi ini diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz “Akhir Zaman” Zulkifli Muhammad Ali dan Imam besar Masjid di New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali. Keduanya juga mengingatkan bahaya yang muncul akibat perilaku maksiat disertai pengalaman dari fenomena musibah yang telah terjadi di negeri ini.

Deklarasi Padang Bersih Maksiat ditandai dengan penandatangan kesepakatan dan kebulatan tekad beragam unsur terdiri dari pemerintah daerah, legislatif, perguruan tinggi, tokoh adat dan agama, termasuk perwakilan pimpinan seluruh agama. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Pemko Padang dengan UPI YPTK Padang serta elemen terkait lainnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional