Menu

Warga Menyapa tapi Tak Menjawab, Petani Tewas di Pondok Kebun Kelapa di jorong Simpang Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok

  Dibaca : 127 kali
Warga Menyapa tapi Tak Menjawab, Petani Tewas di Pondok Kebun Kelapa di jorong Simpang Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok
EVAKUASI— Polisi dibantu masyarakat jorong Simpang, nagari Kotobaru, Kabupaten Solok, mengevakuasi jenazah seorang petani yang ditemukan meninggal di sebuah pondok kebun kelapa.

SOLOK, METRO–Sempat dikira sedang beristirahat, seorang petani yang sudah berusia lanjut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam pondok perkebunan kelapa miliknya di jorong Simpang Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Rabu (25/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ditemukan oleh warga yang kebetulan me­lintas di lokasi, korban yang diketahui bernama Mar­tunis (65) dalam kondisi duduk dan bersandar di dinding pondok. Sontak saja, penemuan mayat itu membuat warga setempat heboh dan langsung ber­datangan ke lokasi.

Tak lama berselang, Tim Identifikasi Polres So­lok Arosuka pun datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap tu­buh korban. Setelah itu, jasad korban pun dima­sukkan ke dalam kantong jenazah lalu dievakuasi petugas ke kediamannya yang jaraknya sekitar 500 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POSMET­RO, korban pertama kali ditemukan warga ber­na­ma Wawan (40), ketika hendak mengambil buah kelapa di ladang miliknya. Namun, ketika melewati pondok korban, Wawan sempat menyapa korban lantaran melihat korban seperti sedang duduk san­tai, tetapi korban tidak menjawab.

Wawan pun kemudian naik atas pondok untuk memastikan kondisi kor­ban. Setelah dicek, ternya­ta korban sudah meninggal dunia dan bahkan kon­disinya sudah mulai me­nim­bulkan bau busuk.  Me­lihat adanya mayat laki-laki di pondok landing tersebut, Wawan kemudian melapor ke Polsek Kubung.

Berdasarkan informasi tersebut, personel Polsek Kubung langsung ke TKP didampingi petugas dari Unit Identifikasi Polres Solok, tim medis Puskes­mas S­ela­yo, Wali Nagari Koto Baru Afrizal serta Kepala Jorong Simpang, Ardi Sardi men­datangi lokasi.

Kasat Reskrim Iptu Rifki Yudha Ersanda mengata­kan, dari hasil pemerik­saan, diduga korban me­ninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Pasal­nya, dari fisik korban, se­jauh ini tidak ada dite­mukan tanda-tanda luka aniaya.

 “ Hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan tanda kekerasan pada je­na­zah. Kuat dugaan, kor­ban memang sudah men­derita sakit dan usianya yang sudah lanjut. Korban ditemukan meninggal di dalam pondoknya,” ungkap Iptu Rifki Yudha Ersanda.

Iptu Rifki Yudha Er­sanda menuturkan, setelah mengetahui kondisi jena­zah dari keterangan tena­ga medis, pihak keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan autopsi. Penolakan pemeriksaan lanjutan itu diperkuat de­ngan surat pernyataan tidak dilakukan autopsi yang dibuat dan ditan­da­tangani pihak keluarga.

“Korban kemudian die­v­akuasi dari pondok ladang yang berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk. Dengan begitu, penyelidikan kasus inipun dihentikan sesuai dengan permintaan keluarga yang menolak autopsi terhadap jasad korban,” pungkas­nya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional