Menu

Warga masih Mada, Tak Mau Pakai Masker

  Dibaca : 89 kali
Warga masih Mada, Tak Mau Pakai Masker
TERJARING OPERASI— Sabtu (25/4) malam, ratusan orang diamankan tim gabungan dalam operasi yustisi penindakan pelanggaran prokes. Para pelanggar tersebut kedapatan masih tidak menggunakan masker, termasuk pelaku usaha.

M YAMIN, METRO
Kasus Covid-19 yang terus melonjak di Kota Padang, membuat aparat terus melakukan razia terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Sabtu (25/4) malam, ratusan orang diamankan tim gabungan dalam operasi yustisi penindakan pelanggaran prokes. Para pelanggar tersebut kedapatan masih tidak menggunakan masker.

Sasaran operasi yustisi ini dilakukan di seluruh lokasi yang menjadi pusat keramaian di wilayah Kota Padang. Di antaranya restoran, kafe bahkan para pengendara yang tidak mengunakan masker.

Tak hanya bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, pelaku usaha pun juga ikut dibawa tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI hingga Satpol PP tersebut ke Polresta Padang. Mereka pun juga langsung menjalani tes rapid tes antigen dan antibodi.

Ketua Tim Pengambilan Sampel dari Biddokkes Polda Sumbar, Dokter Vina Nofiantomi yang ditemui usai pelaksanaan rapid tes di Mako Polresta Padang menyebutkan, para pelanggar protokol kesehatan yang menjalani pemeriksaan tes cepat dinyatakan non-reaktif.

“Pemeriksaan dilakukan dengan dua tahap tadi, tes rapid tes antigen dan antibodi. Hasilnya non-reaktif semuanya,” kata dia.

Vina mengungkapkan, apabila para pelanggar protokol kesehatan ada yang reaktif, pihaknya telah mempersiapkan tahap selanjutnya seperti tes swab PCR.

“Untuk ke depan kami (Biddokkes) selalu melakukan ini (bergabung dalam operasi yustisi). Karena angka kasus positif covid-19 terus ada,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Tibum Satpol PP Kota Padang, Edrian Edwar yang juga ditemui di Polresta Padang menyebutkan, para pelanggar protokol kesehatan ini akan didata melalui aplikasi Sistem Informasi Pelanggar Perda (Sipelada). Dalam aplikasi ini mereka juga akan diketahui berapa kali melakukan pelanggaran.

“Jadi untuk pelanggar protokol kesehatan, untuk tahap pertama mereka akan dimasukkan ke data aplikasi Sipelada. Sistem ini, nanti apabila ditemukan lagi, tertangkap orang yang sama maka akan muncul pengetahuan sudah dua kali melakukan pelanggaran,” kata Edrian.

Ia mengungkapkan apabila sudah melakukan pelanggaran protokol kesehatan untuk kedua kalinya, maka akan dikenakan sanksi. Adapun sanksi yang diberikan mulai sanksi sosial atau denda hingga Rp 150 ribu.

“Seterusnya berlanjut, apabila ditemukan lagi orang yang sama untuk ketiga kalinya, maka akan di-sidang tepiring. Putusan tipiring ada dua nanti, pertama bayar Rp250 ribu atau kurungan penjara selama dua hari,” tegasnya.

Sampai saat ini, kata Edrian, pihaknya bersama dengan instansi lain yang selalu gencar razia belum menemukan pelanggar protokol kesehatan melakukan pelanggaran secara berturut-turut.

“Ternyata, di Padang khususnya, masih banyak yang tidak makai masker. Tapi tidak ada yang ditemukan dua kali melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Edrian mengungkapkan, aturan sanksi ini juga akan berlaku untuk pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Bahkan denda yang diterapkan mencapai puluhan juta.

“Untuk pelaku usaha yang tidak melaksanakan protokol kesehatan sama. Jika sudah dua kali tidak melaksanakan protokol kesehatan akan dilakukan teguran, nanti juga bisa denda mencapai Rp50 juta. Ancaman terakhir bisa ditutup,” jelasnya.

Terpisah, Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan, kepatuhan penerapan protokol kesehatan masih minim dilaksanakan bagi warga Kota Padang, padahal tren positivity rate covid-19 atau rasio jumlah kasus positif sangat tinggi saat ini. Hal ini pun membuat petugas harus bekerja ekstra melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan. Salah satunya dengan gencar razia operasi yustisi.

“Kami bersama instansi lainnya akan terus meningkat pengawasan protokol kesehatan melalui operasi yustisi, dan melakukan razia terutama bagi mereka yang tidak memakai masker, karena mereka sudah abai rata-rata terhadap penerapan protokol kesehatan,”sebut Imran.

Ia mengungkapkan masih banyak warga Padang melakukan aktivitas berkumpul, namun tidak mengunakan masker. Ini tentunya sangat dikhawatirkan. ”Yang kita khawatirkan adalah munculnya klaster baru di tempat itu terpapar Covid-19,” ujarnya.

Imran berharap penyidik Satpol PP dapat memberikan tindakan tegas bagi pelanggar protokol kesehatan. Begitupun bagi pelaku usaha yang melanggar.

“Kami harap, ada sanksi tegas bagi pelaku usaha agar mereka juga bertanggungjawab untuk menyampaikan kepada pengunjungnya untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan juga pihak usaha menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya,” tuturnya.

Dalam operasi yustisi tim gabungan pada Sabtu malam tersebut, lebih kurang 270 orang terjaring dan digiring ke Polresta Padang karena melakukan pelanggaran tidak memakai masker, dan pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Proses selanjutnya, kata dia, para pelanggar protokol kesehatan diserahkan ke penyidik Satpol PP untuk didata dalam aplikasi Sipelada. Mereka akan diproses sesuai peraturan daerah nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru.

“Selain orang, kami juga amankan kendaraan sepeda motor yang mengunakan knalpot bising karena meresahkan masyarakat. Ini nanti dalam proses tilang,” tegasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional